Mengunjungi Candi Arjuna, Kompleks Candi Terbesar di Dataran Tinggi Dieng

1 comment
T

elah lama Dieng menjadi kawasan permukiman, dengan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama masyarakat. Tanah gunung, menjadikan Dieng subur dan cocok untuk berbagai jenis tanaman sayur seperti kentang, brokoli, kubis, dan juga wortel. 

Selain sebagai kawasan pertanian yang subur, dengan landscape alam yang memukau, Dieng dikenal pula sebagai Negeri Para Dewa.  Julukan itu, tentu tak datang begitu saja. Nama Dieng, menurut kepercayaan setempat berasal dari dua kata dalam bahasa Kawi “di” yang berarti gunung dan “hyang” yang berarti dewa, sehingga Dieng diartikan sebagai gunung dimana para dewa bersemayam. 

Candi arjuna, dieng
Kompleks Candi Arjuna ditemukan pertama kali oleh seorang tentara Belanda, Theodorf Van Elf pada abad 18 dengan kondisi candi tergenang air


Salah satu jejak masa lampau yang masih tetap dijaga keberadaannya adalah Candi Arjuna. Kawasan Candi Arjuna merupakan destinasi wisata yang sama populer dengan Kawah Sikidang. Serasa belum menginjakkan kaki ke Dieng, sebelum singgah di kawasan wisata ini.

Mengunjungi Kompleks Candi Arjuna, Dieng


Mengunjungi kompleks candi arjuna
Diantara banyak peninggalan bangunan kunoSitus Candi Arjuna adalah kelompok Candi dengan bentuk yang paling utuh


Berbekal tiket terusan seharga 20.000/orang untuk dua obyek wisata  (Kawah Sikidang dan Candi Arjuna), selepas dari pintu keluar Sikidang, kami langsung menuju Candi Arjuna. 

Awalnya, sempat berencana untuk istirahat sebentar dan menaruh barang bawaan di Homestay yang sudah kami pesan sebelumnya, tapi takut males keluar begitu sudah sampai kamar, sementara tiket hanya berlaku untuk satu hari, akhirnya kami memilih langsung ke komplek Candi.

Jarak antara Kawah Sikidang dengan Komplek Candi Arjuna nggak begitu jauh, sekitar 1,4 kilometer. Berbekal beberapa papan penunjuk dan juga aplikasi peta,  sekitar 10 menit kemudian akhirnya kami sampai  juga dengan pintu masuk Pintu Candi Arjuna. Cukup menunjukkan tiket, dan kamipun masuk ke kompleks candi. 

Merujuk Wikipedia.org, bangunan-bangunan Kuno di Dieng dibangun di masa berkuasanya kerajaan Kalingga, pada abad ke-7 dan ke-8. Inilah yang menjadikan kompleks candi di Dataran Tinggi Dieng dipercaya sebagai salah satu bangunan tertua di pulau Jawa, dan bisa dinikmati kemegahannya sampai sekarang.

Catatan Hindia Belanda menyebutkan bahwa sejatinya ada lebih dari 100 candi atau bangunan bersejarah, namun hanya tinggal sembilan yang masih berdiri yang kemudian diberi nama dengan nama-nama tokoh pewayangan Mahabharata. Salah satunya Candi Arjuna.

Bercorak sebagai Candi peninggalan agama Hindu, kompleks candi Arjuna dibuat untuk menyembah Dewa Syiwa. Sebuah arca Syiwa ditemukan di samping candi ini yang saat ini disimpan di Museum Nasional Jakarta. 

Menyerupai sebuah taman. Itulah kesan pertama saya begitu menyaksikan warna hijau tanaman yang terlihat dominan, dan juga bunga-bunga cantik yang terlihat bermekaran di depan mata. View seperti ini yang akan membuat saya dan sangat mungkin pengunjung akan yang lain akan betah untuk berlama-lama.

Candi Arjuna Dieng
Candi Arjuna dan Candi Semar. Mulai tahun 2010 kompleks Candi Arjuna mulai digunakan untuk pengembangan wisata, dalam bentuk event tahunan Dieng Culture Festival


candi Arjuna
Dalam satu kompleks Candi Arjuna ini terdapat Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Candi Arjuna terletak disisi paling utara, dengan Candi Semar sebagai candi perwara (pelengkap) dan saling berhadapan

Sama seperti kawasan kawah Sikidang, pengunjung Candi Arjuna di saat Pandemi  juga tidak terlalu ramai. Kebanyakan dari mereka sepertinya datang hanya untuk menikmati suasana. Mencari tempat teduh, duduk dan lantas mengobrol satu sama lain. 

Demi keamanan dan keutuhan benda cagar budaya, pengunjung memang tidak diijinkan naik/terlalu dekat dengan bangunan candi. Meski begitu, tetap ada saja anak-anak muda yang nekad naik ke candi, berfoto di sana, meski ada papan larangan yang terpasang dengan jelas. Bisa jadi karena tidak ada petugas di dalam yanng berjaga atau sekedar mengingatkan pengunjung.

Hari itu langit sangat cerah,  namun untungnya  terik matahari bisa tersamarkan dengan dinginnya udara pegunungan. Meski begitu,  waktu terbaik untuk menikmati  Candi Arjuna ini paling enak di lakukan saat pagi kala matahari belum terlalu tinggi, atau bisa juga sore hari, saat matahari mulai condong ke barat.  Di kompleks candi yang terlihat asri, kita  tinggal menikmati hawa sejuk pegunungan, kabut,  semilir angin berpadu dengan suasana alam yang menyejukkan mata.

Selain sebagai salah satu tempat kunjungan wisata, Candi Arjuna juga  digunakan saat perayaan agama Hindu, dan juga sebagai lokasi upacara pemotongan rambut gimbal anak asli Dieng dalam acara Dieng Culture Festival. Setiap tahunnya, upacara ini menjadi moment yang dinanti banyak orang. 

Berharap semoga pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga semakin banyak orang bisa datang dan mengunjungi tempat bersejarah dan juga cantik ini. 

Lokasi Candi Arjuna

Related Posts

1 comment

  1. 1-1 nya wisata yg aku ga datangin pas ke Dieng, itu candi Arjuna ini :D. Jujurnya Krn aku ga suka candi sih. Makanya pas kesana, semua tempat aku visit, kecuali candi aja :D. Tapi kalo nanti bisa balik ke Dieng, dan ada waktu lebih, mungkin bakal aku datangin juga sih :D. Biar lengkap jadinya, destinasi wisata Dieng yg pernah divisit :D

    ReplyDelete

Post a Comment