Njajan di Visi Resto Sleman; Resto Asri Bernuansa Tradisional

  • November 20, 2019
  • By Tri Sulistiyowati
  • 4 Comments



Menu-makanan-visi-resto
H
ari libur, dan lagi-lagi saya nggak punya ide untuk masak apa di rumah. Atau lebih tepatnya, saya yang bosan dengan masakan saya sendiri...  

**wkk..lagu lama sebenarnya

Maka dihari Sabtu, ketika jalan utama rata-rata macet karena long weekend kami milih tempat njajan yang agak-agak tersembuyi secara lokasi. Banyakan lewat jalanan pedesaan. Pilihan akhirnya jatuh ke Visi resto yang ada di seputaran Jl. Palagan Tentara Pelajar km 14, Yogyakarta. Kalau startnya dari 0 kilometernya Jogja, posisi Visi Resto ini sudah termasuk Jogja/Sleman bagian lumayan “atas” lah..

Bangunan-Visi-Resto
Bangunan resto utama berbentuk joglo, lalu di samping ada bangunan semi terbuka (teras)

Sebelumnya belum pernah njajan ke sini. Sebatas ngerti saja, kalau selain ngembangin Furniture/dekorasi, Visi juga punya usaha di bidang resto/catering. 

“Sepi e....” gumam saya ke pak suami. Waktu kami datang, memang sedang nggak banyak pembeli. Hanya ada satu rombongan keluarga klo nggak salah.

“Ya..kalau mau rame, di SS... Di sini bisa jadi buat yang lagi nyari suasana hening” Jawab Pak Suami.

Baca juga: Gobal-Gabul, Menu Favorit Njajan di Warung SS

Hmm..bisa jadi sih. Jadi Visi ini lebih ke restoran keluarga, tempat pilihan kulineran untuk  yang lagi kangen dengan suasana njawani, plus suasana pedesaan. Mirip-mirip waktu makan di Raminten, backsound selama di sini juga gending-gending Jawa. Bedanya, kalau di Raminten ada bau-bauan aroma terapi yang kalau dihidung saya jadi mirip bau dupa, kalau di Visi Resto ini tidak ada. Yang kentara banget adalah suasana Jawa tempo dulu yang terdisplay dalam penataan/pemilihan furniture.

Interior-Visi-Resto=Sleman

“Ada yang lesehan nggak mba...?” Tanya saya ke mbak-mbak staff Visi Resto setelah mengedarkan pandangan ke ruangan joglo dan tidak menemukan tempat makan berformat lesehan. Begitulah, sampai saat ini, format lesehan masih saya anggap format makan paling nyaman, dan paling santai.

“Oh..nggak ada e... Atau mungkin mau nyoba makan di teras?” Kata mba-mba staffnya sambil menunjukkan bangunan di sisi kiri Joglo utama, sembari mengulurkan sebuah buku menu.

“Baik mba..kami ke teras saja..”  
Untuk yang lebih suka makan di area semi terbuka, saya saranin memilih teras sebagai tempat menikmati makanan. Lebih berasa adem, terlebih belakangan suhu udara sering panas banget kalau siang.

Baca juga : Asyiknya Ngadem di Hutan Pinus Pengger

Tempat-makan-visi-resto
Lagi nunggu pesanan datang, satu meja...malah sibuk sama ponsel semua...

Menu-Menu Makanan dan Minuman di Visi Resto

Desain-interior-visi-resto-sleman

Melihat tampilan resto yang Jawa dan klasik, awalnya saya mengira hanya akan menemukan menu-menu jadul masakan Jogja tempo dulu. Yang kebayang sih menu-menu model sayur lodeh, gudeg, ayam bacem, lengkap dengan wedang jahe atau wedang uwuh sebagai minuman. 

Ternyata nggak juga. Memang kebanyakan menu-menu yang tergolong menu jadul dan umum dijual di warung kebanyakan semacam soto, tengkleng, tongseng tapi banyak juga jenis-jenis masakan khas/jarang dimasak rumahan seperti garang asem, udang goreng tepung, atau sop iga. Tapi secara garis besar, menu-menu yang ada familiar sama lidah masyarakat kebanyakan. Harganya pun nggak terpaut jauh dengan harga-harga makanan serupa yang kami beli di warung tenda pinggir jalan.

Daftar-menu-visi-resto-sleman
Jenis menu yang bisa dipesan

Untuk ragam minumanya, standard. Nggak begitu macem-macem. Standard ada jeruk dan juga teh, lemon tea, beberapa jenis jus, dan juga minuman herbal seperti minuman jahe. 

Siang itu, anak-anak memesan tengkleng. Iya mereka milih sendiri, dan ternyata mereka memilih menu makan yang untuk menikmatinya “agak butuh”perjuangan. Pak suami memilih Sup Iga, sementara saya penasaran sama paket Manteb. Mantep beneran nggak yaa?

Makan -di-visi-resto
Menikmati tengkleng kambing

Menu-paket-mantep-Visi-resto
Ini yang namanya paket mantep. Ekonomis, karena dalam satu paket sudah termasuk nasi, lauk, sayuran, dan sambal. 

Karena memang nggak begitu ramai, jeda antara order makanan/minuman-makanan diantar diatas meja tidak begitu lama. Bahkan seandainya bosan, --mbawa balita misalnya, tersedia juga beberapa macam mainan tradisional. Tapi sayang, anak-anak ndak tertarik. Tetep, milih pada sibuk sama ponsel. Padahal sebenarnya, mereka juga jarang mainin permainan jadul gini...

-mainan-tradisional-anak
Mainan tradisional yang disediakan, bisa dipinjam secara gratis

Tapi apalah daya. Memang jamannya sudah beda mungkin

Balik ke menu makan, bagaiman rasanya? Rate 3,5 dari 5. Saya sempat nyicip tengklengnya anak-anak. Porsinya, sesuai harga. Sedang. Masaknya lumayan empuk, jadi daging yang nempel ditulang bisa dengan mudah diambil di kunyah anak-anak. Cuma dari rasa, sedikit kurang manis untuk lidah Jogja. Enaknya tengkleng di Visi Resto ini, kuahnya dibikin lebih bening/ringan dari tengkleng kebanyakan, jadi lebih terasa segernya. 

Untuk menu mantepnya, tampilannya mirip menu-menu makannya Erista Garden. Disajikan dalam tampah atau semacam nampan bambu jadi kesannya porsinya besar banget. Padahal harganya cuma 16.000/porsi. Tapi memang lauknya sederhana sih yaa.. But, enak kok. Telurnya saja yang nggorengnya kurang garing kalau saya. 

Hmm..apalagi ya? Kalau melihat interior, eksteriornya, dan juga menu-menunya, Visi Resto ini pengen nampilin sisi tradisionalnya Jogja banget. So, buat kamu yang memang nyari tempat makan bernuansa lokal-tradisional, bisa jadi kamu akan menemukannya di sini.


You Might Also Like

4 comments

  1. Kalau ada tempat di luar kaya teras gitu, saya juga lebih milih duduk di sana sih, mbak. Apalagi akhir-akhir ini cuaca sedang panas-panasnya. Daripada "kesumuk'en" di dalem, ngisis aja di luar. Dapet angin was-wus-was-wus, mbak. Hehehe.

    ReplyDelete
  2. uwuwuw.. selau saj abikin mupeng Yk mbak. Aku langsung lapar dan makin kangen yk :)

    ReplyDelete
  3. Wah tinggal lurus ke atas ya? Tapi aku kalau ke resto yg sepi juga suka grogi, takut mahal duitku nggak cukup. Hahahaa.

    ReplyDelete
  4. Iya Mbak, hari gini hampir semua resto akan menyajikan menu yang nyaris seragam ya, yang beda adalah suasananya. Kita lebih suka jika ada pilihan lesehan atau outdoor mungkin, meskipun rasa juga jadi pertimbangan.

    Pengen sih sekali-kali pergi kemana gitu cari tempat makan baru, boncengan sama Vani. Tapi kalau Minggu penyakit lama kumat: Malas, enakan mantengin hp, hehehe.

    ReplyDelete