Gobal-Gabul, Menu Favorit Njajan di Waroeng SS

by - Januari 11, 2019



“Apapun lauknya, yang penting ada sambalnya” Itulah tagline saya kalau urusan makan. Makanya kalau pas di lapar di luar rumah, lantas  nemu warung sejenis Waroeng Spesial Sambal, dipastikan saya bakalan girang luar biasa. Kenapa? Karena semua persyaratan sebagai warung idaman emak-emak terpenuhi; pilihan menu banyak, rasa enak, harga kepenak alias nyaman di kantong. 

Meski dari segi frekuensi nggak sering banget, tapi beberapa kali lah saya njajan di sini. Frekuensi gagal mampir malah lumayan tinggi, gara-gara penuh trus ga bisa parkir.  Iya sih, hampir semua Waroeng SS di jam-jam makan, bisa dipastikan berjubel. 

Di Waroeng SS ini ada 27 jenis sambal, 22 macam lauk, 11 rupa sayuran, dan 24 aneka macam minuman. Tinggal pilih sesuai selera

Salah satu siang di Waroeng SS Muntilan

Njajan di Waroeng SS dulu pernah bareng teman-teman, kalau sekarang lebih banyak sama Pak Suami dan anak-anak. Di sini, anak-anak juga dah punya menu favorit, segelas coklat panas untuk minuman atau seporsi cumi krispi untuk lauk. Saya sendiri? Apa-apa doyan  Tapi balik lagi ke tagline awal saya tadi, saya mo cerita tentang menunya SS yang menurut saya enak dan juga ekonomis, dan keduanya menggunakan embel-embel Gobal-gabul, yakni telur dadar gobal-gabul dan sambal gobal-gabul.


Apapun lauknya, yang penting ada sambalnya😀

Iseng nyari arti gobal-gabul di mesin pencari, dan nggak ketemu. Tapi kalau dari penampakan, definisi gobal-gabul sepertinya nggak begitu jauh dari kata campur-campur. Telur dadar gobal-gabul berisi telur yang dibumbui kemudian diberi irisan daun bawang dan irisan cabe rawit yang jenis cabe “setan”, dengan jumlah yang lumayan banyak. Satu porsi telur dadar gobal-gabul dipatok dengan harga 5000 rupiah/porsi. 

Gobal-gabul yang lain adalah sambal bawang. Yang membedakan dengan sambal bawang biasa, kalau versi gobal-gabul diantara merahnya ulekan cabe, tampak hijau-hijau yang kalau diperhatikan adalah daun jeruk yang diiris tipis. Untuk jenis sambal ini, level pedasnya jangan diragukan. Mantap! Untuk bisa menikmati sensasi pedas dari sambal gobal-gabul, saya cukup merogoh kocek sebesar 2000 rupiah. Kadang saya juga mikir, ini sambal biaya produksinya sepertinya lebih tinggi dari harga jual produk.

Siap nyobain  dan tertarik untuk menobatkan menu ini sebagai menu favorit kamu juga?

You May Also Like

6 komentar

  1. Besok meluncur akh ke ss, penasaran sama rasa gobal gabulnya ...

    Hihihi .. namanya kok lucu ya, kak. Mudah diingat dan kesannya sedikit nyleneh :)

    BalasHapus
  2. Mbak ga sendiri dengan tagine-nya, saya juga... apalagi yang ini, sambelnya luar biasa...huhuu, pedes pedes uenakk...

    BalasHapus
  3. Makan di sini memang males ngantrinya.. Tapi ngangeni sambelnya. Favoritku sambel belut mb..dimakan sama telur dadar wah... Surga dunia.. Hihi..

    BalasHapus
  4. Dimanapun kalau urusan kuliner, prinsip Emak-emak itu sama ya Mbak. Sambal memang favorit semua orang ya, bahkan ada anak kecil yang menyukai juga. Lagipula sambal itu bisa dipadukan dengan lauk apapun, termasuk telur gobal gabul ini. Namanya lucu deh, hehe.

    BalasHapus
  5. saya belum pernah ke ss nih, abisnya setiap mau kesana ngantri banget.
    padahal tempat nya depan kantor persis (kantor saya yang dulu). jadi penasaran sama menu-menu disana.

    BalasHapus
  6. Habis melihat menu makanannya jadi lapar nih :D.
    Bagus banget ya sepertinya tempatnya

    BalasHapus