Hadir di Jogja, Massimo Suguhkan Lezatnya Gelato dari Bahan Alami

Massimo-gelato-jogja

Lengkap.  Tak berlebihan sepertinya  jika saya menggunakan  kata itu untuk menggambarkan dunia kulinernya Jogja. Nyatanya, kekayaan kuliner kota ini mampu memuaskan warganya dengan berbagai jenis makanan, baik itu yang bernuansakan tradisional, modern, lokal, nasional, atau bahkan makanan bercita rasa manca negara sekalipun.  

Salah satunya gelato; semacam es krim khas dari negara Italia. Nama gelato berasal dari bahasa  Italia, congelati yang berarti beku.  Bahan utama gelato adalah campuran susu, gula dan juga buah atau kacang-kacangan.  Dibandingkan es krim, gelato memiliki kandungan lemak yang lebih rendah, tapi lebih kaya varian rasa. Secara tampilan, gelato disuguhkan dengan kemasan yang  hampir sama dengan es krim pada umumnya, yaitu dalam cone, cup, atau gelas. 

massimo-gelato

Di Jogja sendiri, ada 10 lebih gerai yang menjadikan gelato sebagai sajian utama. Tentu saja dengan ciri khas masing-masing. Dan kabar gembiranya, karena sejak  4 Mei 2019 lalu, gerai gelato yang siap untuk dijadikan tempat  untuk santai-santai, nongkrong,  resmi bertambah satu lagi; Massimo Gelato Jogja.

Massimo Gelato, Italia-Bali-dan Kini Jogja

Adalah Mr. Massimo Sacco, pria asal Italia yang mengawali karirnya pada sebuah kapal pesiar. Takdir kemudian membawanya ke Bali, hingga kemudian mendirikan Massimo Italian Restaurant di tahun 1996. Salah satu sajian khas di restoran yang berada di kawasan Sanur tersebut, tentu saja gelato. 

Di tahun 2019 ini, Mr Massimo  melebarkan sayap  usaha, termasuk gelatonya  dengan membuka gerai baru  di Jogjakarta. Lokasi strategis pun dipilih, yakni di daerah Kotabaru, tepatnya Jl. Sunaryo no 12, Gondokusuman Jogja. Di sinilah ia merintis usaha, mendekatkan gelato asli Italia ke masyarakat Jogja. Harapannya tentu saja Massimo gelato mampu menjadi gelato hits Jogja.

Acara tumpengan, dalam acara soft opening Massimo gelato sekaligus ungkapan kulonuwun mereka pada masyarakat sekitar pada khususnya, dan masyarakat Jogja pada umumnya. 

Gelato-kotabaru-jogja
Tampilan anaeka cemilan bercita rasa Italia, yang siap memanjakan lidah (foto: Riana dewie)

Di Massimo gelato, kamu bisa memilih banyak varian rasa yang kamu suka 

Buka pukul 11 siang hingga 10 malam, Massimo gelato siap memanjakan lidah pelanggannya dengan lebih dari 15 varian rasa, seperti frutty di bosco cheese cake, espresso, pistachio, 7 segretti, pink bubble game, chocco mint, charcoal yogurt, salted caramel, nutella. Pelanggan bisa mengkombinasikan 2 atau 3 rasa dalam sekali santap.


Kealamian, menjadi ciri khas Massimo gelato

Selain bebas memilih rasa, pelangganpun bebas memilih cara bagaimana mereka akan menikmati gelato; bisa menggunakan cone (dalam beberapa pilihan ukuran dan rasa ), dan juga cup. Harga yang dibandrol mulai dari 20ribu sampai 49 ribu rupiah.  Tak perlu khawatir, karena Massimo gelato juga menyediakan beberapa makanan-makanan ringan, yang tentu saja, bercita rasa khas Italia.

Massimo; Alami adalah Ciri Khas Kami

“Kami membuat gelato hanya dari 3 macam susu yang ada di Indonesia, 3 macam gula, dan juga campuran buah dan kacang-kacangan murni. Beberapa bahan bahkan kami impor langsung dari Italia. Tidak ada tambahan lemak atau apapun. Itulah yang membuat gelato kami lebih cepat lumer, tapi tenggorokanmu tidak akan berasa kering setelah menyantap gelato. Itu bukan hal yang buruk, tapi karena Massimo terbuat dari bahan-bahan alami. Kami punya pizza yang dibuat tanpa menggunakan yeast. Perut tidak akan berasa begah setelahnya” tutur Mr Massimo Sacco dengan bahasa Indonesia, tentu saja dengan logat "bule" nya. “No plastik, no rokok”, tambahnya pada kami sore itu. 

Sebagai bentuk komitmennya untuk meniadakan sampah plastik dalam gerainya, tak perlu heran kalau teman-teman menemukan lonjoran pasta yang dialihkanfungsikan sebagai sedotan saat memesan gelato shake.

Konsep alami ini sebenarnya juga tampak dari tampilan gerai Massimo gelato yang menggunakan taman dan halaman rumah yang asri sebagai “ruang makan”  utama.  Kesan informal dan santai, tergambar dengan jelas, melalui pilihan  dan desain tempat duduk untuk para pelangan.  

Di Massimo gelato, tamu bisa memilih duduk di kursi-kursi kayu dan juga bean bag.  Sembari  menikmati  lembutnya tekstur Massimo gelato,  kamu bisa menikmati semilir angin wilayah Kotabaru yang memang asri. 


Suasana hangat menikmati suguhan Massimo gelato (foto: Riana Dewie)


Saya sudah mencoba lezatnya gelato, memberi kesempatan lidah untuk mencicip beberapa cemilan Italia di Massimo  Gelato the Original Jogja. Kamu kapan ikut merasakan  nikmatnya gelato Jogja Kotabaru ini? 

Lokasi Massimo Gelato Jogja



You Might Also Like

15 comments

  1. Massimo gelato memberi pengalaman baru soal rasa... Tempat pertama kali aku nyoba polenta yang rasanya unik
    ..hihi.. Kalau gelatonya tidak perlu diragukan lagi, lezat dengan varian yang lengkap...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba. Saking lengkapnya...sampe bingung mo milih rasa apa... Namanya snacknya susah2 untuk lidahku yang lidah Jawa mba.. :-D

      Delete
  2. Menarik.. nice sharing... jemput singgah ke blog saya. Jika mahu follow blog each other juga boleh. Follow blog saya then saya akan followback. Terima kasih :)

    ReplyDelete
  3. Wadawwww.....ngiler nih baca artikel ini, hahahah........ Gelato oh Gelato, loe memang Perfecto. :) Mohon kirimi gratisto... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di kirim dalam bentuk dasar yaa...nanti dimix sendiri... :-D

      Delete
  4. Lonjoran pasta yang dialihfungsikan sebagai sedotan? Ada fotonya nggak, Kak? Penasaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Difoto yang paling akhir mba. Ada gelas2, trus kliatan sedotan. Nah, sedotannya itu dari pasta.

      Delete
  5. Saya juga sudah nyicipi massimi gelato. Hihihi..

    ReplyDelete
  6. Selain nyicip gelato, polenta, sama puas photo2 di ayuan juga kan?

    ReplyDelete
  7. Cuaca lagi gerah banget pas baca artikel ini, langsung kepingin makan gelato. Pasti segar apalagi bahannya alami. Duh jadi ngiler.

    ReplyDelete
  8. huffttt jogja ini makin ngangenin bangetttt :D. makin banyak kuliner, makin komplit pula wisatanya... kapan2 beneran harus stay agak lamaan di sana biar bisa coba banyk kulinernya. yg gelatonya, aku bakal coba di Bali deh, krn agustus bakal ksana. kalo yg dijogja sepertinya ga bakal sempet didatangin :(

    ReplyDelete
  9. Dua efek instan setelah baca tulisan ini:
    1. ngiler pengin cobain gelato juga
    2. kangen main ke yogyakarta

    ReplyDelete
  10. aku kalo ketemu gelato, bisa lama banget sih, nyobain aneka rasa soalnya.. apalagi kalo ada yg rasa aneh dan unik2 :D.. kalo ke jogja pasti aku mampirin gelato ini mba.. di jogja mah skr ini dari yg aku baca banyak banget yaaaa gelato2 cafe baru... kyknya memang ga cukup 2-3 hari kalo main2 kesana :D

    ReplyDelete
  11. aku kemarin ke jogja gak nyobain si gelato ini.. ah, sayang banget.
    penasaran padahal, tapi waktu nya gak cukup untuk eksplor beberapa tempat disana :(

    ReplyDelete