Nglathak, Tempat Menikmati Olahan Kambing Kekinian di Tengah Kota Jogja


Hai sobat DolaNjajan!๐Ÿ˜Š
Pernah mendengar nama Sate Klathak? Yup, benar.  Sate klathak adalah sate berbumbu minimalis --hanya potongan daging yang dibumbui garam-- yang kemudian ditusuk dengan jeruji sepeda, baru kemudian dipanggang  diatas bara api. 

Siapa menyangka, sate yang awalnya terlihat begitu sederhana itu justru banyak disuka. Jeruji sepeda, menjadikan daging menjadi matang sempurna dengan tekstur yang empuk. 

Di awal kemunculannya, sate Klathak memang hanya mudah ditemukan di warung-warung olahan kambing di kawasan Jogja bagian selatan, khususnya daerah Pleret, Jl. Imogiri dan sekitarnya. Tentu saja ini terkait dengan pelopor sate klathak itu sendiri, yang konon berasal dari daerah Pleret Bantul.

Seiring popularitasnya yang kian meroket, saat ini persebaran sate klathak semakin meluas, tidak hanya melulu di kawasan Kabupaten Bantul, namun juga di beberapa warung  di wilayah kabupaten lainnya, bahkan di kawasan perkotaan. Salah satunya Nglathak.


Nglathak, Deket Kampus Plus Konsep Kekinian. Gimana Nggak Asyik Coba?


Nyari makan deket kampus UGM dan UNY itu asyik lho.  Seger udaranya, karena banyaknya pepohon gede di sekitar, plus seger pula matanya..karena banyak ketemu anak muda๐Ÿ˜€ alias mahasiswa-mahasiswi

Secara lokasi, warung Nglathak berada di Jl. Gambir, Karangasem Baru, Gang Seruni No 7 Catur Tunggal, Depok, Sleman. Memang agak masuk, tapi gampang dicari. Soal nama kenapa Nglathak, ternyata ada ceritanya tersendiri.

"Dulu saya terinspirasi dari ajakan teman-teman saat kepengen jajan sate klathak. Mereka pasti bilang 'nglathak yuk!' dan kata nglathak yang artinya aktivitas menikmati sate klathak itulah yang kemudian menjadi nama tempat ini," kata Muhammad Subroto, atau Mas To owner Nglathak Jogja yang tempo hari ngasih kesempatan saya dan beberapa teman dari Komunitas Blogger Jogja untuk mencoba menu-menu di warung Nglathak.

Sejak   memasuki warung, saya udah ngerasa suasana yang berbeda. Memang warung nggak begitu luas, paling untuk duduk sekitar 20-an orang, tapi konsepnya sesuai banget dengan segmen pasarnya, yakni kaum muda. Dari layoutnya,  Nglathak bisa dikatakan mengerti keinginan konsumen masa kini yang datang ke warung nggak cuma untuk urusan perut, tapi juga kadang berkaitan dengan eksistensi diri. Instagramable.

Nggak cuma tampilan tempatnya yang gaul, ternyata pilihan-pilihan menu yang dimiliki Nglathakpun juga bisa dibilang kekinian. Kalo nggak percaya, coba aja lihat menu-menu yang dimiliki Nglathak.

daftar menu dan daftar harga @Nglathak

"Dari awal hadir sekitar 3 tahun lalu Nglathak memang mengusung konsep yang berbeda. Start di warung tenda di daerah Ngampilan, hingga kemudian pindah di sini, kami ingin menyuguhkan sate klathak yang lebih inovatif," tambah Mas To.

Inovasi-inovasi itulah yang kemudian melahirkan menu-menu gaul seperti sate Klathak Mozarella, dan juga rica-rica kambing sunrise. Meskipun begitu, disinipun juga tetep menyediakan menu-menu yang kerap menjadi menu wajibnya warung olahan kambing, seperti tongseng, gulai kambing, dan juga thengkleng kambing.


menu-Nglathak-Jogja
telur ceploknya ini yang mbikin namanya jadi rica-rica kambing sunrise

teh-telang-biru
sate klathak mozarella, menu paling hits di Nglathak 

Berbeda dengan warung kebanyakan yang menggunakan kambing muda, maka Nglathak sengaja menggunakan kambing yang sudah afkiran, demi tujuan mulia.

"Kami tidak mau mengganggu kelestarian dan populasi kambing. Itulah kenapa Nglathak tidak menggunakan domba betina yang masih muda. Kami memilih domba yang sudah tidak produktif melahirkan, sehingga kalaupun disembelih, populasinya tidak akan banyak terganggu," Imbuh mas To yang juga alumnus fakultas Peternakan IPB ini.

Selain mampu mengemas sate klathak lebih kekinian dan memodifikasi menu olahan kambing, Nglathak juga menawarkan pilihan minuman yang mungkin nggak bakalan ditemui ditempat lain. Sebut saja teh biru bunga telang dan minuman berbahan serbuk daun kelor atau moringa.

"Awalnya bunga telang saya dapatkan dari seorang teman dari Kediri. Tapi sekarang sudah punya perkebunannya sendiri di daerah Kaliurang. Kalau daun kelor, kami beli dari petani di Tempel," Jawab mas To saat salah satu teman blogger menanyakan tentang asal muasal bahan baku 2 minuman unik di Nglathak.

Bunga telang yang biasanya digunakan sebagai pewarna biru alami, diangkat menjadi bahan minuman yang banyak digemari di warung ini. Tentu saja, dilengkapi irisan jeruk nipis yang akan mengubah warna teh yang awalnya biru menjadi ungu.

Demikian juga khasiat dan beragam manfaat dari daun kelor, yang ternyata bisa "disulap" menjadi minuman yang enak dan menyegarkan, smothie yoghurt Moringa. Kerennya, meskipun menunya agak kebarat-baratan, tapi Nglathak 100% menggunakan bahan lokal.

"Mozarella, itu produksi teman di Jalan Wonosari. Sementara susu untuk yoghurt, itu dari peternak sapi perah di Cangkringan, Sleman. Semuanya pakai produk lokal, nggak ada yang impor," papar  Mas To, owner Nglathak yang kini tengah bersiap mengembangkan sayap Nglathak ke Ibukota.

Soal rasa makanan dan minuman di Nglathak? Kalo ada yang nanya ke saya menu paling enak di Nglathak apa, saya jawab Rica-Rica Kambing Sunrise. Nggak cuma karena dagingnya yang empuk, tapi pedesnya itu yang bikin semangat makan. Klo udah kepedesan, tinggal nyomotin telur ceplok plus nyruputin teh telang anget๐Ÿ˜Š

rica-rica sunrise, dengan teh biru bunga telang
Dari beberapa menu minuman, tempo hari saya memilih teh biru. Dari segi rasa, sebelum dikucuri jeruk nipis, rasa tehnya nggak begitu kerasa. Mirip air putih dikasih gula. Unik saja sebenarnya, karena warna birunya, dan tentu saja ragam manfaat yang dimiliki bunga telang untuk kesehatan.

Menjadi menarik saat mengamati perubahan warna dari biru ke ungu, saat terkena air jeruk. Serasa kembali ke jaman SMA, trus ikut pelajaran kimia๐Ÿ˜€ Dan air tehpun menjadi makin segar dengan tambahan rasa yang sedikit asam.

Sobat DolaNjajan penasaran pengen nyoba deretan menunya Nglathak? Bisa kok survai dulu ke akun IGnya @nglathak, biar makin ngiler,  atau cari lokasinya di sini ya..

Lokasi Warung Nglathak



You Might Also Like

27 komentar

  1. namanya unik-unik. Jadi punya ide juga nih buat bikinin telur mata sapi buat anak-anak, namanya ganti jadi sunrise egg biar mereka penasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Biar penasaran, trus makannya lahap๐Ÿ˜€

      Hapus
  2. dilihat dari segi tata bahasa yg 'sesekali' reportasif, pasti mbaknya mantan wartawati nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha, mas yayan sang video grafis ni pasti..๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

      Hapus
  3. wah pantes kayak kenal nama warung satenya ternyata punyanya kakak kelas hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya mba...
      Iya, ini ownernya alumni IPB mba..

      Hapus
  4. Kambiiiinggg enaknya memang di gulai atau di sate..mggg enak neh kalau ke yogya bisa ada referensi. Thanks for sharing mbak ;)

    BalasHapus
  5. Kambiiiinggg enaknya memang di gulai atau di sate..mggg enak neh kalau ke yogya bisa ada referensi. Thanks for sharing mbak ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Bang... Makasih juga ya sudah mampir .m

      Hapus
  6. Sate klathak, yg blm pernah kesampaian sampe skr utk icipin :p. Padahl bisa dibilang aku srg mudik ke solo, yg biasanya pasti main ke jogja.. Kesana lg, pokoknya hrs ajakin suami nyobain sate klathak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Fan. Dan ini uniknya karena sate klathaknya masa kini banget...pake mozarela

      Hapus
  7. Rica2nya menggoda mbak.. apalagi dengan telor mataharinya.. ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi benere enak yang agak meleleh itu kuningnya itu mas klo aku..

      Hapus
  8. Harganya juga ramah di kantong...seporsi rica-rica kambing sunrice plus nasi dan es teh cuma 13,5rb..murah plus kenyang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Murah+kenyang+enak, idola semua ini mba..๐Ÿ˜Š

      Hapus
  9. Semoga bila suatu saat diberi kesempatan ke Jogja lagi, saya bisa menikmati sate klathak ini ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...mampir sekalian ke rumah juga boleh lho mba Ira..๐Ÿ˜€

      Hapus
  10. sate khlatak, mantap banget kelihatanya, boleh juga dicoba jika mampir ke jogja nich

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Silakan berwisata kuliner saat di Jogja mas

      Hapus
  11. Loh blog raka alya takcariin dari kemaren ternyataberobah jadi dolan jajan tah mb sulis wkwkkwk

    Mb fotonya request gedein dikit dunk biar makin ngiler liat satenya
    Mb klo di jogja tau yang kuliner kambing tapi di condong catur?

    Hmmm daun kelor susah ya ternyata, padahal samping rumah ada tuh buat busui egegegg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nita, ini adiknya coretanbunda.my.id... blog satunya masih๐Ÿ˜€

      Fotonya, resolusinya kecil..mikirnya biar loadingnya cepet e nit. Klo ukurannya..bisa digedein, ato ngikut template ini yo..ntar aku coba deh.

      Yang sentra olahan kambing, banyaknya di jl Imogiri nit..

      Klo yang ini, concat masih ke selatan, trus ke barat

      Hapus
  12. Sumpah, aku penasaran banget ama nglathak ini. Pengen kesana, tp bisanya kalo mudik lebaran doank. Pasti uantri dan macetnya bikin males duluan. Huft..

    BalasHapus
  13. Oo.. Jadi itu to sate klathak. Tampaknya menarik nih tempat makannya��

    BalasHapus
  14. Duh namanya kok lucu yaa mbaa "nglathak" mana bumbunya katanya cuma pakai garam tapi kok yaa bisa enak gituu, hehehe.. Jadi penasaran nih sama sate klathak.. Semoga aja suatu saat bisa kesampaian nyobain sate dengan nama yang unik dan lucu ini,, hehehe :D

    BalasHapus
  15. mbak, iki enaaakkk tenan >,< pingin dolan neng jogja neh mbak :) salam kenal yaa mbak. makasih udah bw :)

    BalasHapus
  16. Iya sate klathak sudah sangat terkenal di Yogya ya mbak, saya sering mendengar makanan ini disebut meskipun belum pernah mencoba.

    Jadi penasaran pengen makan sate dengan tusuk jeruji sepeda, pasti sensasinya lain yaa..

    Di telinga saya, klathak itu mirip dengan klethak. Kata klethak biasanya digunakan untuk menggigit makanan yang keras ya hehe..

    Tapi tidak ada hubungannya dengan klathak ya, justru sate klathak ini terkenal empuk dan enak :).

    BalasHapus
  17. nggak sabar buat mencicipi langsungsate klathak kekinian ini ...Makasih atas infonya

    BalasHapus