Telaga Bedakah, Telaga yang Bikin Betah

T

elaga Bedakah terletak sekitar 20km di sisi barat daya kota Wonosobo. Hamparan Perkebunan teh, hawa dingin serta panorama alam yang asri menjadi daya pikat utama tempat ini. Tempo hari, kami mengunjungi telaga, selepas tracking dari Gunung Cilik. 

“Sekalian ke Telaga Bedakah ora?”

“Adoh nggak?”

“Nek manut maps…cedhak”

“Yo wis sisan wae…durung tau juga…mumpung ning kene”

Kira-kira, seperti itu obrolan saya dan Pak Suami sembari keluar dari parkir lokasi wisata alam Gunung Cilik, Wonosobo. Bisa ditebak, akhirnya kami kembali mengaktifkan aplikasi google maps sebagai panduan utama menuju Telaga Bedakah.

Menurut aplikasi peta, jarak antara Gunung Cilik dengan Telaga Bedakah hanya sekitar 2,5 km atau sekitar 7 menit perjalanan. Makanya rugi banget kalau tidak disambangi sekalian di hari yang sama. 

Dan memang benar, setelah menyusur jalan dengan kanan kiri view Perkebunan teh, sampai juga kami pada sebuah dusun dengan gapura bertuliskan DUSUN BEDAKAH. Secara lokasi Telaga Bedakah berada di Dusun Bedakah, Tlogomulyo, Kertek, Wonosobo. 

Takjub saya dengan perkampungan ini, syahdu banget suasananya. Kebun teh dimana-mana,  kadang hanya jarak berapa meter dari halaman rumah, ada kebun teh yang hijau. Bener-bener view yang menentramkan jiwa.

Sembari menikmati keasrian Dusun Bedakah, kami memutuskan untuk mampir sebentar di masjid setempat. Masjid bercat warna hijau dengan ukuran yang luas dan juga bersih..cukup nyaman untuk  beribadah/istirahat sebentar melepas penat.

Jarak masjid tempat kami dhuhuran-Telaga Bedakah ternyata dekat. Tinggal mengikuti jalan beraspal di depan masjid, lantas belok kiri, dan sampailah kami di Telaga Bedakah. 

Apa Yang Menarik dari Telaga Bedakah?

Sebuah pos retribusi terlihat begitu memasuki kawasan telaga. Tiket yang harus kami bayar sebesar 10.000 rupiah/pengunjung. Setelah itu, barulah kami mencari tempat parkir kendaraan. 

Telaga bedakah
Untuk menikmati Telaga Bedakah, pengunjung bisa menyewa bebek air atau bisa juga membeli makanan ikan pada petugas jaga


Telaga Bedakah merupakan telaga alami yang digunakan sebagai tampungan air warga masyarakat sekitar.  Secara ukuran, ia tidak seluas telaga menjer ataupun telaga warna. Legenda lokal mengisahkan, bahwa Telaga Bedakah merupakan tempat mandi para dewa. 

Di akhir pekan, tempat ini  cukup ramai pengunjung, dan banyak cara yang digunakan pengunjung untuk menikmati telaga ini. Di sekeliling telaga, terdapat beberapa gazebo, beberapa warung kecil, stand penjual makanan dan minuman, serta beberapa titik yang strategis untuk berfoto.

Spot paling ramai adalah dermaga kecil . Dengan latar belakang Gunung Sindoro dan Gunung Kembang yang tampak dari kejauhan, titik  ini memang cantik untuk mengabadikan kenangan.  Spot berikutnya adalah ayunan. Beberapa pengunjung rela antri untuk bisa mengambil gambar dengan pose berayun, dengan latar ikan yang berenang.

Wisata alam Telaga Bedakah
Ikan Emas, koi, nila dengan berbagai ukuran sengaja dipelihara di Telaga Bedakah. Pengunjung tidak diperbolehkan menangkap ikan-ikan ini dengan cara apapun.


Air Telaga Bedakah berasal dari Mata air Surodilogo,  mata air yang berada di sekitar Dusun Bedakah. Air yang jernih, ribuan ikan emas dan koi yang berenang dan terlihat begitu akrab dengan pengunjung membuat saya betah menikmati telaga ini dengan cara sederhana. Duduk di tepian, menghirup udara segar, menikmati suasana dengan memberi makan ikan-ikan yang kemudian terlihat kegirangan, sudah membuat saya betah dan enggan untuk beranjak pulang.  

Newest Older

Related Posts

Post a Comment