Sanglen, Pantai Teduh di Deretan Panjang Pantai Gunungkidul

1 comment

Pantai Sanglen Gunungkidul


“Pantai Sanglen yang ke sini kan, bener?” Pada sebuah persimpangan, dari balik kemudi Pak Suami kembali memastikan jalur yang kami lalui benar.  Jalanan terlihat menyempit, bukan lagi jalan cor semen, tapi hanya batuan kapur. “Iya kayaknya”, jawab saya ragu. Kalau tidak salah, jalan masuk ke Pantai Sanglen memang jadi satu dengan jalur masuk ke Pantai Watu Kodok. Kalau yang ke Watu Kodok pertigaan kecil ke kiri, kalau Pantai Sanglen mengikuti jalur yang lurus.

Papan penunjuk sederhana, akhinya meyakinkan kami, kalau jalan yang kami ambil tidak lah salah. Meskipun begitu, tetap ada rasa was-was, takut kalau ada kendaraan dari lawan arah. Jalur yang kami lalui ini terlalu sempit . Tidak masalah untuk kendaraan roda dua, tapi lebar jalan tidak memungkinkan kalau untuk ukuran 2 mobil papasan.

Pertama Kali ke Pantai Sanglen

Iya, ini pertama kalinya kami nyobain dolan ke Pantai Sanglen. Sebelumnya sekedar melihat papan namanya saja saat mau ke Pantai Watu Kodok, namun urung mampir karena ragu dengan akses jalan masuknya. Takut nasibnya mirip seperti waktu mau ke Pantai Seruni; terpaksa memutuskan balik lagi karena kendaraan yang kami bawa tidak support dengan medan jalan.

Berada di Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul Pantai Sanglen memang termasuk Pantai yang baru saja dikembangkan sebagai kawasan wisata. Jadi, maklum seandainya jalur  masuk masih seadanya.

Deretan pohon cemara udang dengan beberapa tenda dibawahnya  serta beberapa anak muda yang tengah mengantri di dua toilet umum yang tersedia menjadi pemandangan pertama yang saya lihat.  Ada puluhan motor terparkir. Itu artinya, pagi itu kondisi pantai Sanglen cukup ramai. Termasuk pengunjung yang datang untuk berkemah sejak hari kemarin.

Pantas saja kalau Pantai Sanglen sering dijadikan pilihan lokasi untuk berkemah. Kondisi pantainya termasuk teduh. Tak begitu jauh dari bibir pantai, ada tanah cukup lapang dengan  pohon-pohon cemara udang di sekelilingnya.  Dua warung makan, satu di sisi timur dan satu juga di sisi barat cukup bisa diandalkan saat perut terasa lapar atau butuh supply logistik cepat. Sayangnya, fasilitas MCK masih sangat terbatas. Saya hanya menemukan dua buah toilet, syukurlah  dengan kondisi yang lumayan bersih. 

Selain Teduh, Pantai Sanglen Juga Menawarkan Ketenangan

Pantai Sanglen

Jangan bandingkan suasana di Pantai ini dengan Pantai Baron, Kukup, Krakal atau Indrayanti. Mereka adalah pantai-pantai penuh pengunjung dengan fasilitas yang bisa dikatakan lengkap. Banyak pengunjung, ada pasar oleh-oleh, fasilitas untuk pengunjung juga tersedia lengkap. Kalau diibaratkan Pantai Baron dkk adalah putri cantik yang sudah sedemikian matang, maka Pantai Sanglen adalah bocah perempuan yang masih polos. 

Tak banyak pengunjung, sarana dan prasarana penunjang kenyamanan masih sederhana, namun banyak sisi-sisi natural yang bisa dieksplor di sana. 

Pantai Sanglen
Sisi barat Pantai Sanglen cukup teduh dan hijau. Cukup nyaman untuk sekedar bersantai, menggelar tikar sambil makan cemilan yang dibawa dari rumah misalnya๐Ÿ˜Š


Mirip dengan Pantai Sepanjang, Sanglen memiliki garis pantai yang panjang dan cenderung datar. Sayangnya hari itu pantai terlihat pasang dengan ombak yang cukup besar. Meskipun tetap ada pengunjung yang nekad mandi di laut, tapi saya tidak merekomendasikan. Berbahaya, karena di pantai ini saya tidak melihat satupun petugas/SAR pantai yang berjaga. 

Saya membayangkan, selain berkemah salah satu cara menyenangkan dan  aman untuk menikmati Pantai Sanglen adalah menatap  matahari  terbit atau tenggelam sambil menggelar tikar di tepian pasir putihnya. Belum banyak yang tahu tentang pantai ini menjadikan suasana Pantai Sanglen relative tenang. 

Saat  ini, Pantai Sanglen memang terlihat alami, bahkan serasa punya pantai pribadi saat berada di sini. Namun, tidak lama lagi,  kealamian dan ketenangan Pantai Sanglen ini pelan-pelan akan tergeser. Sebuah proyek tengah dikerjakan, tak jauh dari areal parkirnya.  Dalam beberapa  tahun ke depan,  ada dua kemungkinan; Sanglen akan tetap dijaga kealamiannya seperti sekarang, atau kealamian dan ketenangan yang ditawarkan Pantai Sanglen hanya akan menjadi kenangan.

Proyek di dekat pantai sanglen
Proyek yang tengah berlangsung di kawasan Pantai Sanglen. Menurut salah satu pekerja proyek, nantinya akan dibangun resto & kolam renang di sini


Oh..iya, tapi karena keberadaan proyek  ini pula Sanglen memiliki jalur masuk ke area pantai yang lebih lebar. Teman-teman bisa masuk melalui jalan masuk Pantai Sepanjang, nanti akan ketemu jalan baru (belum aspal) di sisi kiri. Tinggal ikuti, nanti akan sampai ke Pantai Sanglen (jalur ini kami tahu begitu mau pulang setelah mendapatkan informasi dari pekerja proyek)

Related Posts

1 comment

  1. Aku memang lebih suka pantai yg sepi sih, drpd yg udah terlalu rame. Makanya tiap ke gunkid, sebisa mungkin cari yg belum terlalu dikenal mba, walopun ga selalu bisa. Beda Ama aku yg suka ketenangan, Raka lebih suka pantai yg hidup, yg rame, dan banyak fasilitas ๐Ÿ˜…. Makanya kadang aku ngikut aja sih, supaya dia nya seneng juga ๐Ÿ˜„

    Semoga yaa setelah dibangun restoran, pantai sanglen ttp terawat minimal. Jangan malah rusak Krn ulah pengunjung

    ReplyDelete

Post a Comment