Melakukan Perjalanan Bareng Anak-Anak? Ingat 3 Hal Penting Ini

  • October 10, 2019
  • By Tri Sulistiyowati
  • 0 Comments


M
elakukan perjalanan bareng anak-anak itu --entah untuk tujuan wisata atau yang lain -- menurut saya susah-susah gampang, bahkan kadang seperti berasa untung-untungan. Kalau pas anak-anak kooperatif, ya lancar dan asyik saja. Tapi kalau mereka tiba-tiba bad mood, yaa terancam badmood semuanya.

Saya yakin, saya nggak sendiri kok. Di media sosial, saya sering menemukan curhatan sesama orang tua yang maju-mundur saat merencanakan perjalanan bersama anak. Apalagi melibatkan anak yang usianya masih bayi atau batita, maka daftar pertimbangannya akan semakin panjang. Pertimbangan faktor kesehatan, mesti membawa peralatan dan perlengkapan yang jauh lebih banyak dari ukuran biasa, sering membuat banyak orang tua untuk memilih mempending acara bepergian. Cara paling aman adalah menunggu anak-anak agak besar, biar lebih enak diajak bepergian. 

Ini pun pernah saya rasakan juga. Tapi apa ya terus standby di rumah, tanpa melihat dunia luar? Bosan. Tetep ada acara dolan, meskipun "tipis".  Kalau anak-anak tidak dilibatkan kok berasa egois banget. Tapi kalau diajak, ya memang mesti siap dengan konsekuensinya, alias sering mengambil jalan kompromi; bahkan cenderung mengalah dan mengambil jalan tengah. Kalau orang Jawa bilang, mesti ngemong

Baca juga : Lakukan Tips Ini, dan Bebaskan Perjalanan dari Mabuk Kendaraan

Rata-rata kalau bepergian bukan untuk urusan pekerjaan, kami perginya sepaketšŸ˜€ Ngajak dua bocah yang kadang bisa kooperatif selama perjalanan, tapi sering juga ribut melulu selama di jalan 

Awalnya memang nggak gampang, tapi akhirnya lama-lama akan terbiasa juga. Nikmati saja segala situasi, dan bukan tidak mungkin anak-anak itu justru menjadi partner perjalanan yang menyenangkan. Agar mereka merasa nyaman, tentu harus  ada  beberapa langkah yang kita upayakan seperti misalnya:

Waktu perjalanan tepat + moda transportasi yang nyaman=Perjalanan lancar

Sebelum melakukan perjalanan, pastikan anak-anak dalam kondisi sehat dan cukup istirahat. Rata-rata anak akan cenderung rewel kalau kurang istirahat. Waktu terbaik untuk memulai perjalanan adalah di pagi hari setelah anak-anak mendapatkan istirahat yang cukup, atau untuk bisa juga mengawali perjalanan di malam hari untuk rute perjalanan yang jauh. Harapannya  anak-anak bisa tidur selama perjalanan, tanpa sempat merasa bosan selama perjalanan. 

Untuk moda transportasi, pilihlah yang sekiranya paling nyaman. Selama ini kami lebih sering menggunakan kendaraan pribadi karena alasan fleksibilitas waktu; bisa sesekali menepi setiap dua atau 3 jam sekali untuk beristirahat.

Sediakan pengalih kegiatan saat anak bosan

Berbeda dengan orang dewasa yang lebih gampang mensiasati berbagai situasi, anak-anak itu lebih gampang terpancing untuk rewel. Saat capek, lapar, atau bosan mereka akan cenderung merengek. Dan ini nggak asyik banget, baik bagi orang tua maupun si anak. 

Yang bisa dilakukan sebagai orang tua, ya sebisa mungkin buat perjalanan berasa nyaman. Bawa minuman dan camilan yang disukai anak-anak, bawa piranti hiburan seperti mainan kesayangan, cd untuk diputar di mobil, atau bisa juga melengkapi kendaraan dengan peralatan tidur portable. Belum punya? Coba deh tengok di online shop, banyak kok modelnya.

Pastikan bahwa tujuan adalah lokasi yang ramah anak

Pernah, suatu hari saya dan suami mengajak anak-anak ke tempat wisata alam dengan daya tarik utama view bekas tambang batu kapur. Baru beberapa menit di lokasi balita saya bingung ngajak pulang, karena ia merasa tidak ada satupun yang menarik di sana. Jengkel di awal, tapi memang harus maklum.

Sebuah pelajaran  sebenarnya, bahwa anak-anak juga punya selera saat melakukan perjalanan wisata.

Selera anak-anak dan orang dewasa itu seringkali tidak sama. Di sinilah lagi-lagi butuh kompromi. Kalau dalam satu hari bisa ke dua lokasi yang berbeda, bisa saja diakomodir kedua selera tadi. 

Menjelang atau selama perjalanan, anak-anak bisa diberi bocoran tentang tempat yang akan dikunjungi, biar mereka punya gambaran. Begitupun perkara tempat menginap, sebagai orang tua kita nggak bisa asal milih, mesti nyari tempat yang ramah buat anak-anak, misalnya ada playground, taman yang luas, termasuk pilihan menu yang sesuai lidah anak-anak.

Ya, melibatkan anak dalam sebuah perjalanan itu memang tidak semudah seperti saat kita bepergian dengan teman-teman dewasa atau seumuran. Tapi bukan berarti tidak mungkin kan? Dibawa mengalir, pastinya lebih asyik. Have a nice travelling!

Artikel terkait : Cara Aman Mengatur Dana Liburan


You Might Also Like

0 comments