Cara Aman Mengatur Dana Liburan

  • September 24, 2018
  • By Tri Sulistiyowati
  • 6 Comments


Sebelum topik melebar, kita buat kesepakatan dulu ya, liburan di sini identik dengan jalan-jalan, alias dolan. Jalan-jalan, dolan, atau traveling di dunia nyata itu menyenangkan. Tapi kalau situasi dan kondisi tidak memungkinkan gimana?  Ya minimal jalan-jalan di dunia maya dulu! ha..ha, ngirit. 

Ngomongin tentang jalan-jalan, saya keingat salah satu status seorang teman yang saya baca tadi malam. Melalui kolom status facebooknya, mba Olen, sapaan untuk Mba Olenka Priyadarsani, berbagi info tentang dana liburan.

Seperti biasa, meski dibalut dalam bahasa kocak yang kadang mbikin senyum atau bahkan terpingkal-pingkal, status fb si pemilik blog backpackology.me ini selalu berbobot. 

Dalam  statusnya,  mba Olen nulis tentang strategi keungan keluarganya dalam memenuhi hasrat jalan-jalan, dolan alias traveling. Penting ya traveling? Buat mba Olenka..primer. Buat saya.. tergantung situasi dan kondisi.. 😊

Maunya sih primer..tapi bisa juga geser ke sekunder. Klo terpaksa geser ke tersier? Bakalan mati karena bosen di rumah kayaknya😂😂 Orang saya nggak pernah nuntut jalan-jalan mesti ke luar negeri. Dolan ke kampung sebelah sore-sore lihat sawah saja saya udah bahagia. Intinya, jalan-jalan  tipis-tipis dulu aja lah😁😁 

Ya, paling nggak dalam sebulan, saya memasang  target nyisihin budget untuk  minimal 2x acara keluar.


Nggak harus ke luar propinsi apalagi keluar negeri. Antar kota dalam propinsi aja udah lumayan😊
*Ini piknik atau trayek bis sih?


Ngatur Dana Jalan-jalan atau Dolannya Gimana?

Sama seperti normalnya sebuah keluarga --sudah beranak-pinak pula --dana yang masuk, harus di pos kan ke printilan-printilan wajib, diantaranya:
  • Konsumsi, seperti belanja bahan makanan, keperluan sehari-hari seperti sabun, shampoo, jajanan para bocil, termasuk budget untuk uang jajan/uang saku di sekolah
  • Bayar premi asuransi pendidikan anak-anak
  • Biaya pendidikan. Budget untuk pos ini lumayan, karena dua bocah di sekolah swasta semua.
  • Tagihan. Tagihan disini meliputi biaya sampah dan tagihan listrik. Klo sampah, jumlahnya tetap tiap bulan. Klo listrik, memang masih turun-naik, tapi masih dikisaran 200.000/bulan. Untungnya,  sekarang mudah untuk melakukan  cek-pln atau mengecek besaran tagihan listrik secara online. Ngeceknya gampang, bayarnya juga nggak repot lagi.
  • Tabungan. Tabungan ini wajib. Saya lebih ngerasa aman klo bisa nyisihin minimal 10% pemasukan/bulan, dan masuk ke rekening tabungan. Buat jaga-jaga aja kalo ada kebutuhan mendesak, biar tidak kelabakan.

Semua yang termasuk printilan yang bersifat kewajiban ini, saya targetkan beres di awal bulan. Sebelum tanggal 10 kalau bisa sudah rampung urusan bayar-membayar.

Kedua, sisihkan juga pendapatan  untuk dana sosial. Paling nggak ada dua jenis dana sosial satu yang terkait dengan relasi horisontal kita dengan masyarakat sekitar, tetangga dan sodara misalnya, dan  juga dana sosial yang kaitannya relasi vertikal kita dengan Tuhan Yang Maha Esa, atau gampangnya zakat, infak sodaqoh.

Nah, masih sisa kan? Gimana caranya,  dana di pos ini harus sisa! Direwangi prihatin klo perlu 😊Sisanya ini yang buat budget liburan. Liburannya kemana dan formatnya kayak apa...tergantung ketat-longgarnya dana tadi. 

Tapi gambaran ini, nggak saklek-saklek amat juga. Tetep fleksibel. Yang penting sesuai kemampuan. Pokoknya jangan sampai gara-gara pengen liburan, trus besar pasak daripada tiang. Bakalan pusing begitu pulang klo itu. 

Itu tadi cara saya ngatur strategi, biar punya budget untuk dolan, sama sesekali wisata kulineran. Klo teman-teman sendiri, bagaimana?

You Might Also Like

6 komentar

  1. Saya lagi prihatin, jadi jalan-jalannya ke blog ajah.

    BalasHapus
  2. pokoknya bisa dolan dan jajan aja sama keluarga tercinta asik ya mbak sulis...
    btw salam kenal ya..aku masukin web panjenengan di feedku ya

    BalasHapus
  3. Kalo perlu, kerucutkan lagi dengan definisi "traveling" sebagai "kegiatan jalan-jalan minimal ke luar kota". Pemahaman "traveling" sebagai kegiatan blusukan di dalam kota sendiri menurutku udah definisi yang melebar dari makna aslinya.

    Karena aku punya minat yang besar buat traveling ke luar negeri, maka aku lebih memilih "diam" berminggu-minggu buat menabung, karena sekalinya dolan, mainnya jauh hehe. Aku bahkan cuma mampir ke cafe murah meriah deket kost kalo nggak ada yang ngajak main di weekend, sekadar buat nulis dan suasana yang lebih fresh.

    BalasHapus
  4. jadi pengen buru2 liburan...
    btw aku pake image ini jg buat postingan curhat tapi :D

    BalasHapus
  5. Aku suka ntimpen pecahahn yang sama dan HARUS. misal nih, bulan ini niatnya, kalau ada pecahan 20.000 atau 10.000. tapi seringnya pecahahn 20.000. karena sering nggak dapat hahaha. Paling sering dapat itu yang 5.000 malah.

    BalasHapus
  6. Setuju untuk poin kedua, pendapatan harus dikurangi untuk porsi donasi. Agar bersih dan berkah juga bertambah. Terima kasih tips-nya, Mbak.

    BalasHapus