Pantai Ngrawe Gunungkidul, Pantai dengan Tampilan Layaknya Sebuah Taman

  • September 18, 2019
  • By Tri Sulistiyowati
  • 2 Comments



Suka dolan ke pantai? Atau gemar berburu destinasi wisata baru? Kalau Iya, kamu mesti nyobain datang dan dolan ke Pantai Ngrawe Gunungkidul.

Diantara sekian banyak destinasi wisata pantai di Jogja, Pantai Ngrawe tergolong baru.  Tampilan foto atau video tentang pantai  berrumput hijau, pohon palem dan juga kursi  taman di media sosial beberapa bulan terakhir, menjadikan pantai ini cepat sekali viral dan popular. Banyak yang kemudian penasaran, pengen tahu dan ingin melihat Pantai Ngrawe dengan mata kepala sendiri secantik dan semenarik apakah Pantai Ngrawe yang sebenarnya.

Itu juga yang saya rasakan.

Beberapa kali saya menemukan foto-foto pantai Ngrawe bersliweran di timeline Facebook dan juga Instagram. Mumpung lokasinya masih di Jogja dan  anak-anak belum disibukkan dengan ulangan tengah semester, jadilah minggu kemarin kami menghabiskan pagi di pantai Ngrawe ini. 

Pantai Ngrawe terletak di desa Kemadang, Tanjungsari, berada satu barisan dan satu pintu retribusi dengan deretan panjang pantai-pantai ‘senior’ di Gunungkidul seperti Pantai Baron, Kukup, Drini, Sepanjang, Watu Kodok, Indrayanti,dan lain-lain. Hanya dengan satu kali membeli tiket masuk sebesar 10.000 rupiah/ tiket, dan pengunjungpun bebas mau ke satu atau banyak pantai sekaligus

Akses Jalan ke Pantai Ngrawe

Bagi kami perkara akses jalan ini penting. Kami pernah meng-cancel acara dolan gara-gara medan jalan yang terlalu sempit atau masih berbatu. Ya, karena kami bawa bocah dan kendaraan memang nggak support untuk jalanan yang terlalu menantang.


Untuk pantai Ngrawe sendiri, meskipun tergolong kawasan wisata yang baru dibuka, tapi akses jalannya lumayan gampang. Setidaknya ada dua jalur untuk menuju pantai ini. Jalur pertama, adalah melalui Pantai Mbuluk. Parkirkan kendaraan di Pantai Mbuluk, kemudian ikuti jalan berundak di sisi timur yang akan mengantarkan pengunjung ke Pantai Ngrawe.

Selain itu, Pantai Ngrawe bisa juga dijangkau melalui Pantai Kukup. Kendaraan pribadi atau bis wisata bisa ditinggalkan di Pantai Kukup, dan kita tinggal berjalan menyusuri tepian pasir  pantai (melewati satu tebing) di sisi barat. Itu artinya, bahwa sebenarnya Pantai Mbuluk- Pantai Ngrawe-Pantai Kukup saling berurutan. Dalam satu kali parkir kendaraan, pengunjung bisa menikmati tiga pantai sekali jalan.

Tak perlu kaget kalau yang kemudian terlihat adalah spot foto bertuliskan PANTAI MESRA. Pantai Ngrawe dan Pantai Mesra, adalah dua nama untuk satu pantai yang sama.


“Bu…di sini kan dikenalnya pantai Ngrawe, tapi kenapa jadi Pantai Mesra..?” Itulah hal yang pertama saya tanyakan seorang penjual makanan di kawasan Pantai Ngrawe, sembari mencari sarapan. Dipantai ini, ada lebih dari 10 warung makan dalam format bangunan berupa gazebo yang menyediakan menu-menu praktis, seperti soto, bakso, nasi goreng, dan juga nasi pecel.
“Itu, yang ngasih nama pengelolanya, konon katanya biar kalau di sini biar tambah mesra, tambah dekat dengan keluarga” Begitu jawab si ibu, pemilik warung di sisi paling utara. Tagline sekaligus himbauan yang saya temui di pantai inipun cukup unik, 'Tak rumat lautku koyo ngrumat bojoku' (aku rawat lautku seperti merawat istri/suamiku). Bisa jadi Pantai Mesra tak ubahnya sebuah Brand yang dipilih pengelola; mirip dengan Pantai Pulang Sawal yang lebih terkenal dengan Pantai Indrayanti.

Tampilan yang Beda, Menjadi Point Plus Pantai Ini

Menikmati suasana pantai sambil santai-santai di Taman😀

Daya Tarik utama dari pantai ini adalah desain/ lay out area pantai. Oleh pengelola, bibir pantai di desain sebagai area hijau dengan halaman depan berupa lautan lepas. Di sisi kanan dan kiri, ada puluhan gazebo yang siap menghidangkan aneka masakan menggoda selera, lengkap dengan kursi taman tempat bercengkrama. Sekedar saran, agar sinar matahari lebih terasa ramah di kulit, pilih pagi /sore hari sebagai waktu terbaik untuk mengunjungi Pantai Ngrawe.

Area pantainya lumayan lapang dan juga bersih
Fasilitas penunjang kenyaman pengunjung, beberapa masih dalam tahap pembangunan

Selain tampilannya yang berbeda dari kebanyakan pantai, Pantai Ngrawe juga terlihat bersih. Semoga saja bukan karena semua yang ada di sini masih baru. Sampai blogpost ini ditulis, pihak pengelola masih melakukan berbagai penambahan fasilitas demi kenyamanan pengunjung, seperti pembangunan toilet/sarana MCK dan juga penyempurnaan sebuah bangunan joglo.




You Might Also Like

2 comments

  1. Weih, aku baru tahu nama lain Pantai Indrayanti malah.... BTW ini tampak belum kumuh, aih. Semoga memang bukan sebab masih baru.

    ReplyDelete
  2. Itu rumputnya rumput asli mbak? Bagus. Ditambah lagi sama desain kios-kios pedagang yang tertata dan seragam, pantainya jadi terlihat lebih apik. Jarang kayak e pantai yang dikelola seperti pantai mesra ini.

    ReplyDelete