Cemara Sewu Jogja, Pantai 'Rasa' Hutan

by - April 09, 2019



Aih..postingan di blog ini, kenapa tulisannya  melulu pantai, hutan sama gunung yaa..? Ha...ha, iya karena 3 tempat tadi memang tempat main favorit yang punya blog. 

Alasannya...agak-agak ajaib sih, berasa nggak banyak nemu kepalsuan hidup aja kalo  lagi menyambangi tiga tempat tadi, karena semuanya asli dan alami. Jadi harap maklum ya!😊

Hari ini saya mau cerita tentang Pantai Cemara Sewu. Bukan Pantai Gua Cemara loh! Soalnya beda lagi klo itu. Pantai Cemara Sewu dan Pantai Gua Cemara, merupakan  dua pantai di Bantul, Jogja, dengan nama yang hampir sama, daya tarik yang mirip juga, hanya lokasinya berbeda.

Pantai Gua Cemara terletak  di wilayah Gadingsari, Sanden, Bantul dan berdekatan dengan Pantai Kuwaru dan Pantai Baru, sementara   Pantai Cemara Sewu, terletak di kawasan Pantai Parangkusumo. Lokasi pantai  Cemara Sewu  masih seareal dan sepintu retribusi dengan Pantai Parangtritis, Kawasan wisata Gumuk Pasir, dan juga Pantai Depok. 

Untuk bisa masuk di beberapa pantai ini, tiket masuknya cukup dibayarkan satu kali di loket pembayaran, yaitu 9750/orang, belum termasuk uang parkir kendaraan. Murah banget kan! 10 ribu aja, masih dapat kembalian.

Saya Nobatkan Pantai Cemara Sewu Sebagai Pantai Terteduh!


Memang, belum semua pantai di Jogja ini saya sambangi. Buanyak banget soalnya. Tapi, diantara sekian banyak pantai, saya bisa bilang..pantai ini teduh banget. Bisa jadi paling teduh.

Gambaran tentang pantai ini, sudah bisa ditebak dari namanya. Cemara sewu, alias seribu pohon cemara udang. Entah berapa jumlah pasnya, tapi yang jelas banyak. 


Suasana sebelum ke bibir pantai

Begitu lepas dari parkiran untuk menuju area pantai,  saya langsung disambut banyak sekali pohon cemara udang, yang fungsi utamanya tentu saja sebagai penahan abrasi pantai. Jadi...sebelum melihat birunya laut, pengunjung bakalan dibawa ke dalam suasana hutan cemara yang teduh, dengan angin sepoi-sepoi, banyak orang jualan makanan, dan ya ampun nyamaann bangeeeet buat nyantai-nyantai gelaran tikar, abisin cemilan...atau leyeh-leyeh di puluhan hammock yang disediakan.

Cerita soal hammock, klo dulu sempat kecewa pas di hutan pinus Kragilan, karena sewa hammock berasa cuma sebatas property foto, nah  klo disini pengunjung bebas menggunakan hammock yang ada, tanpa biaya sewa. Bebas. Asal datangnya ga terlalu siang, pasti masih kebagian. 

dua bocil yang milih bersantai-santai. yup, kemarin saya lupa bawa alas duduk atau tikar. Tapi ga masalah juga sih, duduk beralaskan dedaunan kering juga bisa kok.

Banyak yang kesini kayaknya cuma nebeng nyantai-nyantai di hammock, mainin smartphone..atau malah ada yang beneran tidur. Anginnya mbikin ngantuk soalnya.

Selain digunakan sebagai area nyantai-nyantai sembari menikmati semilir angin pantai, rimbunnya pohon cemara udang ini juga dimanfaatkan banyak pengunjung untuk mendirikan tenda alias camping. Memang asyik sih kayaknya camping di sini, teduh, mo keperluan MCK juga deket, lapar trus butuh makanan...banyak yang jual. Nggak repot lah pokoknya!

Selain itu, di tengah 'hutan' cemara udang ini, ada rumah besar berbentuk rumah adat Jawa, yang bisa jadi disewakan misalnya mau digunakan sebagai acara reunian, family gathering, dan kegiatan-kegiatan serupa.
Kalau mau menginap...ada tempat
kalau mau olahraga volli, ada juga lapangannya. Di tepi pantai ini...

Kalau butuh sarapan bubur, atau nasi pecel+gorengan..ada. Murah-meriah. Memberdayakan ekonomi lokal, karena yang jualan juga pastinya masyarakat sekitar

Lalu, Soal Pantainya, Bagaimana? Apakah Pantai Cemara Sewu Aman?

Cemara-sewu-bantul
Pantai Cemara Sewu, suatu pagi

Pantai Cemara Sewu termasuk pantai berpasir hitam, dengan bibir pantai luas dan rata, mirip bibir pantai Parangtritis. Tak ada aktivitas nelayan di tempat ini. 

Kalau untuk mandi, atau berenang di laut saya tidak menyarankan. Bahkan sebelum sampai di bibir pantaipun sudah ada peringatan, meskipun tenang, tapi pantai di depan adalah kawasan palung laut yang berbahaya. 

Ada banyak cara menikmati Pantai Cemara Sewu. Datang saja di pagi atau sore hari, ketika pancaran matahari masih bersahabat untuk kulit. 

Saya sendiri cukup puas hanya dengan duduk menikmati anak-anak yang bermain pasir, sambil merasakan sinar matahari yang bersinar hangat. Sementara, bagi yang ingin menikmati pantai ini dari ujung ke ujung, pengunjung bisa menyewa jeep dan melakukan touring menggunakan mobil jeep menyusuri tepian pantai.


cemara-sewu-bantul




Ada banyak cara untuk menikmati pantai Cemara Sewu ini. Kamu tinggal milih, cara mana yang kamu suka

Ketika matahari terasa panas menyengat, saya dan juga para pengunjung bisa segera menepi dan berteduh di balik rimbunnya pepohonan cemara yang ada di tepian pantai.

Pantai 'rasa' hutan. Itulah yang menjadikan Cemara Sewu menarik. Saya yakin, sama seperti saya, pengunjung yang pernah merasakan keteduhan pantai ini, akan merasa betah untuk berlama-lama di sini. Bahkan, suatu saat pengen mengulang kembali merasakan keteduhan dan keindahan pantainya.

Lokasi Pantai Cemara Sewu




You May Also Like

9 komentar

  1. Hammock-e kecendeken hihihi...

    Aku belum pernah ke sini. Sejuk ya. Apik akeh wit-witane.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa...golek sik cendhek..bene yen ndilalah ngglimpang...amanπŸ˜€πŸ˜€ he-eh, adem di sini...silir

      Hapus
  2. Adeeem dan teduuuh banget. Bakalan betah tuh jika berlama lama di pantai. Nanti kalau mudik ke Gunung Kidul mau mampir sini aah.

    BalasHapus
  3. Ft gbr pohon cemaranya kereen deh mbaa.. Sy suka pantai tp kdg ga kuat panasnya 😳 keliatannya pinggir pantainya jg luas bgt dan bersih yaa.. Apalg ada yg jual jajan.. Asal tmptnya bersih dn pengunjung ga sembarangan buang sampah aja

    BalasHapus
  4. Kirain ini tadi gua cemara mb..mirip soale..sama goa cemara pohon2nya lebat cemoro sewu ya? Baru tahu pantai ini...padahal sering ke parangtritis dan depok ..tfs mb...

    BalasHapus
  5. Asyik beud nek hammocknya gretongan alias gratis ya mb lis hihi
    Aku yo lebih seneng nek pante ki adem banyak pohon

    BalasHapus
  6. asyik juga ya pantai tp banyak pepohonannya jd bisa ngurangi panasnya pantai

    BalasHapus
  7. Bener sih. Pantai selatan yang berpasir hitam menurut ku juga nggak recomended buat dijadiin tempat keceh'an. Bahaya. Hehe.

    Kaya e pohon cemara udang e banyak banget ya mbak. Lebih banyak dibanding sama yang ada di Congot dan Jatimalang sepertinya.

    BalasHapus
  8. waaah bagian depannya palung laut mba? serem yaaa, bagi yg ga bisa berenang. tp pas baca kalo pantai ini sejuk, dan melihat banyak pohon plus hammock, akupun lgs suka :). berarti ga bakal bikin kepanasan hihihi.. tau sendiri aku ga bisa kena panas. jd kalo wisata pantainya sejuk, aku lbh milih ini. ngeliat pantainya sambil tiduran di hammock :D

    BalasHapus