Sate Ratu, Sate Merahnya Nagih!

"Mba....doyan sate...?" Tanya Wahyu, salah satu teman sesama blogger.
"Doyan lah...kenapa?" Jawab saya.
"Pernah nyobain Sate Ratu, di  Jogja Paradise Foodcourt  itu lho, Jl. Magelang?"
"Belum" 
"Kapan-kapan cobain deh, enak loh!"
"Boleh" 

Saya serius tertarik. Pertama, saya memang suka sate. Kedua, posisi  Sate Ratu lumayan dekat dari rumah.
***

Berkejaran dengan hujan yang mulai turun, Sabtu siang lalu akhirnya kesampaian juga niat untuk menuntaskan penasaran akan lezatnya hidangan sate di Sate Ratu, seperti yang dikatakan Wahyu. Oh, iya...saya nggak sendiri, melainkan janjian dengan beberapa teman blogger untuk ketemuan, makan siang bareng-bareng.

Tenant sate ratu ini mudah kok dicari. Jogja food Paradise, masuk..cari yang paling belakang, dekat panggung



Hmm, cerdik juga sang pemilik. Sate sengaja dipanggang di area depan, hingga sejak awal --bahkan belum masukpun, hidung saya sudah digoda dengan aroma gurih daging terpanggang

Dari segi ukuran, tenant Sate Ratu berukuran sedang. Tidak terlalu besar, tapi cukuplah untuk rombongan berjumlah 30an orang. Siang itupun suasana  cukup ramai. Sepintas, saya lihat beberapa wajah terlihat bukan wajah Indonesia. Meski, bukan berarti yang njajan di sini bule semua lho.


Penasaran saya, akhirnya terjawab beberapa saat melihat interior tenant Sate Ratu. Ada peta, kesan dan pesan dari konsumen asing yang mampir, dan juga deretan penghargaan yang sudah diperoleh. Sebuah informasipun tertulis, sampai saat ini Sate Ratu sudah dinikmati konsumen dari 71 negara, atau tepatnya 2854 tamu dari manca negara.


Beberapa penghargaan yang pernah diterima Sate Ratu. 
Suasana di dalam tenant Sate Ratu
Seorang lelaki dengan kaos hitam  terlihat sibuk, berbaur dengan konsumen. Menyapa, menyambut konsumen yang datang, dan juga melepas yang sudah selesai, dan hendak meninggalkan tenant. Beberapa menit kemudian, tahulah saya beliaulah Febian Budi Seputro, owner Sate Ratu yang kini menjalankan bisnisnya bersama Bli Lanang.

"Saya seneng  tempat makan yang hidup mba. Artinya, selain makan, mereka juga bisa ngobrol. Termasuk saya yang sudah biasa ngobrol dengan tamu-tamu di sini." Ungkap beliau begitu ikut duduk bergabung dan ngobrol di meja kami.

Dari sang pemilik, kami tahu bahwa pada awalnya Sate Ratu lahir dari sebuah bisnis angkringan ditahun 2015.  "Kita jualan banyak produk waktu itu, namun dari semuanya ada 3 menu yang pasarannya bagus yakni sate merah, sate lilit, dan juga ceker tugel. Menu-menu itulah yang kemudian menjadi menu utama disini. Dan dari awal, saya menggunakan kata Ratu sebagai brand, karena ini Jogja, dimana masyarakatnya dekat dengan Ratu. Disamping itu, kita milih kata Ratu..sebagai gambaran, bahwa sate yang kami sajikan itu kualitasnya premium" begitu paparnya.

Buku dan sate merah,  in frame, Febian Budi Seputro Sate Ratu, image dokumentasi Vika Kurniawati

Semakin penasaran saya, kayak apa sih istimewanya Sate Ratu ini? Untung, saya nggak perlu nunggu lama. Nggak sampai 15 menit, nasi+ sate merah+sate lilit+kuah sudah ada di depan kami.

"Mari silakan dinikmati..." Kata pak Budi kepada saya dan teman-teman, sambil berdiri meninggalkan meja, dan kembali sibuk dengan aktivitasnya; menyapa customer-customernya. Sungguh, tempat makan yang berasa hangat.

Sate merahlah yang paling poluler di Sate Ratu. Dari segi tampilan, sate merah memang sudah terlihat beda. Kalau jamaknya sate ayam berbumbu kacang atau kecap, seperti namanya, sate ini terdiri dari potongan daging ayam tebal yang dibakar kering, berbalut bumbu kemerahan yang berasal dari cabe dan campuran bumbu lainnya. Pas banget, untuk pecinta pedas seperti saya.

Ide dasar bumbu sate merah, dikembangkan dari sate khas daerah Lombok, tepatnya daerah Rembige, yang kemudian dipadu-padankan hingga tercipta komposisi yang pas. Tanpa bumbu tambahan lagi, Sate Ratu sudah berasa mantap enaknya. Nagih!

Lilit basah. Berbahan dasar daging ayam cincang yang diberi bumbu, dikukus. Topping, mentimun dan bawang goreng

Awalnya saya kira ini tahu. Ha..ha, masak sih Sate Ratu nyediain tahu? Ternyata ini yang namanya Lilit basah; daging ayam cincang yang diberi bumbu, dimasak secara dikukus. Di awal keberadaannya, ia memang memakai "tusuk"..sama seperti sate lilit di Bali. Tapi, demi efisiensi waktu proses produksi, bentuk sate pun bertransformasi menjadi kotak.

Lilit basah ini, bisa jadi hanya Sate Ratu yang punya. Rasanya unik dan kuahnya gurih. Tapi kalau disuruh milih, saya milih yang sate merah. Tampilan dan cara memasaknya, berasa makan sate beneran. 

Nah, ngomongin kuah, bagi yang terbiasa makan dengan menggunakan kuah, Sate Ratu juga menyediakan kuah. Semacam kuah kaldu, bertabur irisan daun bawang dan juga bawang goreng.


Kuah kaldu, buat yang berasa nggak lengkap kalo makan  tanpa kuah 😊
Meskipun Sate Ratu ini menjadi semacam jujugan para turis manca untuk menikmati sate, tapi nggak perlu khawatir soal harga. Seporsi sate merah, lilit basah, dan juga ceker tugel (yang hari itu nggak bisa nyobain karena pas stok habis), dibandrol dengan harga 27.000/porsi.

Kalau kamu ngaku pecinta kuliner, terlebih hobi nyate..rugi lah klo nggak nyobain ke sini. Saya sudah nyicip salah satu sate ayam enak di Jogja ini, kamu kapan?


Blogger foto bareng owner Sate Ratu

Sate Ratu
Jam Operasional: Senin-Sabtu, pukul 11.00-21.00, @sateratu  www.sateratu.id

Lokasi 

You Might Also Like

4 comments

  1. langsung catet!! moga2 pas mudik nanti aku bisa ksana :D. tutup ga ya dia pas lebaran :D.

    dr foto aja udh kliatan mba satenya gede2. manteep pasti.. penasaran jg ama sate lilitnya. ga mirip sate lilit bali jg soalnya :D

    ReplyDelete
  2. Baru sempet nyobain 2 tusuk. Itupun karena dapet oleh-oleh dari Pak Bos tempat saya kerja, hehe. Tapi beneran nagih, sih, mbak. Dagingnya tebel-tebel dan empuk banget. Apalagi kalau pas dapet yang bagian ada kulitnya, beuh...enak e ra ketulungan. Kalau makan langsung disitu mungkin lebih enak lagi ya? Bener-bener fresh from the oven.

    ReplyDelete
  3. di foto keliatan besar satenya :D kalau ke jogja wajib mampir nih cobain, penasaran sama sate yang sudah dimakan orang 71 negara ini :D

    ReplyDelete
  4. Satenya banyak variasi dan nggak melulu ditusuk ya Mbak. Penasaran sama yang bentuknya mirip tahu itu, dan pengen nyobain makan sate pakai kuah bening seger, pasti sensasinya lain yaa :).

    ReplyDelete