asih di Kawasan Ciwidey, selain Kawah Putih tempat wisata alam lain yang kemarin sempat kami singgahi adalah Situ Patenggang. Secara jarak dua obyek wisata ini cukup berdekatan, jadi sekali jalan bisa mampir ke minimal dua obyek wisata sekaligus.
Untuk tiket masuk, tempo hari kakak yang mbayarin, tapi klo tidak salah, sekitar 30 ribu/pengunjung.
Selain air danau yang tenang dan panorama sekitar yang enak banget untuk dilihat, rupanya Situ Patenggang juga menyimpan kisah legenda yang banyak dipercaya masyarakat secara turun temurun.
Terbentuk secara alami di kawasan Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, nama "Patenggang" berasal dari bahasa Sunda yang berarti saling mencari.
Nama tersebut berkaitan dengan legenda cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis. Konon, setelah lama terpisah, keduanya akhirnya dipertemukan kembali di kawasan danau ini. Kisah romantis tersebut masih dipercaya masyarakat dan menjadi bagian dari daya tarik wisata Situ Patenggang hingga sekarang.
Selain danau, perhatian utama saya justru ke banyaknya pedagang buah yang menjual jenis-jenis buah yang jarang saya temui di pasar Jogja. Gara-gara dolan di Situ patenggang, saya jadi tau rasanya terong belanda & dan buah pepino. Tapi maaf, malah lupa ga ke foto.
Bisa jadi, karena tempat ini berada di ketinggian. Hawa sejuk & dingin, memang identik dengan buah-buahan, sayuran dan juga gorengan😀
Daya Tarik Situ Patenggang
Ada banyak alasan mengapa Situ Patenggang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Ciwidey.
1. Panorama Danau yang Menenangkan
Daya tarik utama tentu saja keindahan danaunya. Air yang tenang memantulkan langit dan pepohonan di sekelilingnya, menciptakan suasana damai yang cocok untuk melepas penat.
2. Batu Cinta
Ikon terkenal lainnya adalah Batu Cinta. Batu besar yang berada di tepi danau ini dipercaya menjadi tempat bertemunya kembali Ki Santang dan Dewi Rengganis. Tak heran jika banyak pasangan memilih berfoto di lokasi ini.
3. Pulau Asmara
Di tengah danau terdapat Pulau Asmara yang bentuknya menyerupai hati jika dilihat dari ketinggian. Menurut cerita masyarakat setempat, pasangan yang mengunjungi pulau ini dipercaya akan memiliki hubungan yang langgeng.
4. Naik Perahu Menyusuri Danau
Wisatawan dapat menyewa perahu untuk menikmati panorama Situ Patenggang dari tengah danau. Aktivitas ini menjadi favorit karena memberikan pengalaman yang berbeda sekaligus menghadirkan sudut pandang terbaik untuk menikmati keindahan alam.
5. Perkebunan Teh di Sekitar Danau/Situ
Kawasan Situ Patenggang dikelilingi hamparan kebun teh yang luas. Udara yang segar dan pemandangan hijau membuat perjalanan menuju danau pun terasa menyenangkan.
Kawasan wisata Situ Patenggang umumnya mulai dibuka sejak pagi hingga sore hari. Waktu terbaik untuk datang adalah sekitar pukul 08.00–10.00 pagi saat udara masih segar dan kabut mulai menghilang sehingga pemandangan danau terlihat lebih jelas.
Tips Berkunjung ke Situ Patenggang
Agar liburan semakin nyaman, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Datang pada hari kerja jika ingin suasana yang lebih tenang.
- Gunakan pakaian hangat karena udara cukup dingin.
- Kalo teman-teman suka ber swa foto atau hobi berburu spot wisata alam, Siapkan kamera atau ponsel dengan baterai penuh.
- Gunakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan santai di sekitar danau.
- Tetap menjaga kebersihan agar keindahan Situ Patenggang tetap lestari.
Situ Patenggang bukan sekadar danau biasa. Perpaduan panorama alam, udara pegunungan yang sejuk, kisah legenda yang melegenda, serta berbagai aktivitas menarik menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Bandung Selatan. Baik datang bersama keluarga, pasangan, maupun teman, keindahan Situ Patenggang akan memberikan pengalaman liburan yang mengesankan.




Post a Comment
Post a Comment