Sepakat nggak, kalau “lamanya” waktu itu kadang bersifat relatif. Maksudnya begini, secara matematis…1 jam itu benar 60 menit. Tapi realitanya, satu jam saat kita berada dalam situasi yang menyenangkan akan terasa cepat sekali.
Sebaliknya, sama-sama 60 menit tapi berada dalam kondisi yang tidak mengenakkan maka yang bakalan terasa adalah jarum jam yang berjalan lambat dan waktu berasa jalan di tempat. Termasuk saat kita berada dalam posisi menunggu.
Bahkan dalam agenda liburan dan jalan-jalan pun, banyak lho moment yang mengharuskan kita dalam kondisi ini. Misalnya saja terjebak kemacetan, kena delay dari sebuah maskapai, ketemu teman yang punya tradisi “jam karet”, atau berada dalam warung/resto dimana waktu tunggu antara order makanan dengan kedatangan makanan tergolong lama.
Pernah juga kan dalam posisi seperti di atas?
Alangkah baiknya kalau kondisi-kondisi tadi kita siasati dengan baik untuk menjaga mood kita tetap dalam kondisi bagus. Apa saja yang bisa kita lakukan? Berikut beberapa pilihan yang bisa teman-teman coba. Untuk eksekusinya di lapangan, pilihan mana yang diterapkan, tinggal menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.
Melakukan Interaksi Sosial
Ngobrol dengan orang lain saat menunggu, jauh lebih baik daripada sekedar diam tanpa tujuan. Ada beberapa manfaat dari aktivitas ini, beberapa diantaranya:
- Melatih ketrampilan sosial
- Membangun koneksi
- Mengurangi kebosanan
- Menambah wawasan dan juga sudut pandang baru
- Membuka peluang tak terduga
Agar terasa nyaman, teman-teman tidak boleh melupakan beberapa etika dasar yang penting saat berbicara dengan orang baru seperti:
- Mulai obrolan dengan sopan dan sederhana
- Perhatikan bahasa tubuh lawan bicara
- Hindari pertanyaan yang sifatnya pribadi misalnya menanyakan usia, status pernikahan. Mulai saja obrolan dengan topik umum
- Jadilah teman bicara yang menyenangkan. Mau mendengar dan tidak memotong pembicaraan, pilih dan pikirkan pilihan kata yang digunakan.
Belajar Sesuatu yang Baru
Maksimalkan saja ponsel pintar yang teman-teman miliki misalnya dengan mendownload aplikasi edukasi. Belajar bahasa asing misalnya. Selain itu, bisa pula mengisi waktu menunggu dengan menonton video-video yang sifatnya tutorial cara membuat sesuatu, mendengarkan podcast edukatif, atau bahkan belajar mengenali wilayah dengan membuka aplikasi peta pun menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menarik untuk dilakukan.
Me Time
Kalau timingnya memang sedang liburan dan tujuannya me-refresh otak, kalau saya pribadi paling suka memanfaatkan waktu menunggu dengan aktivitas ini. Niscaya, menunggu akan menjadi waktu yang menyenangkan dan terasa cepat berlalu.
Teman-teman bisa menggunakan waktu menunggu untuk menikmati moment, mengamati prilaku orang-orang di sekitar sembari mendengarkan musik favorit melalui earphone. Sebelum bosan, bisa juga selingi dengan bermain game ringan.
Scroll sosmed mengasyikkan juga lho. Nikmati postingan-postingan dari konten creator sesuai niche yang teman-teman senangi.
Membaca juga menarik. Untuk teman-teman penikmat manga, baca manga online bisa banget dijadikan pilihan kegiatan. Sifatnya yang online, menjadikannya praktis dan mudah diakses. Melalui manga, secara tak langsung kita belajar tentang kebiasaan, tradisi, dan tata cara hidup masyarakat Jepang.
Istirahat, tidur sejenak bisa juga menjadi pilihan. Untuk yang ini, pastikan dulu secara waktu dan juga faktor keamanan barang bawaan.
Dari semua pilihan pilihan aktivitas yang bisa dilakukan agar waktu menunggu menjadi menyenangkan, ada satu tips utama yaitu setting otak dan perasaan kita untuk tidak dalam posisi menunggu. Menunggu, tapi tidak merasa menunggu. Anggap saja sekedar jeda.
Semoga artikel ini bermanfaat.



Post a Comment
Post a Comment