esember di depan mata. Penghujung tahun biasanya dimanfaatkan oleh banyak orang untuk melakukan perjalanan wisata atau liburan. Ya, itung-itung merefresh pikiran, sekaligus menikmati moment kebersamaan.
Semuanya juga pasti akan sepakat, pergi liburan itu menyenangkan. Cuma masalahnya, ada anggarannya atau nggak. Apalagi di ekonomi seperti sekarang, ketika semua terasa serba mahal.
Ok deh, kalau misalnya belum bisa untuk akhir tahun 2025 ini, bagaimana kalau kita usahakan untuk 2026 mendatang? Mari kita atur strategi agar kondisi keuangan kita terasa agak longgar, sehingga tersisa budget untuk liburan.
1. Kenali Arus Keuangan
Ini paling penting. Kita mesti tahu seberapa uang yang masuk, dan bisa mengidentifikasi pos pengeluaran, bahkan yang masih masuk rencana sekalipun. Tahun depan punya rencana untuk membeli hewan qurban, atau ada dana pendidikan yang akan keluar karena anak berminat daftar akper misalnya, semuanya harus dipikirkan jauh-jauh hari.
Catat dalam bentuk yang bisa kita lihat, dan kita analisa, bukan hanya menuliskannya dalam angan. Ada banyak aplikasi di smartphone yang bisa membantu agar catatan lebih rapi dan terorganisir. Dari catatan-catatan tersebut, bisa kita lakukan evaluasi mana post yang terlalu "gendut" sehingga bisa kita rampingkan, sehingga dana untuk liburan juga mendapatkan bagian.
2. Buat Prioritas
Percayalah kita bakalan bisa menyisihkan sedikit demi sedikit dana untuk budget liburan asal pinter membuat skala prioritas. Pikir berkali-kali sebelum teman-teman men-check out barang di keranjang belanjaan. Pastikan itu adalah kebutuhan, bukan keinginan semata.
Ini bukan berarti larangan untuk menyenangkan diri sendiri, tapi buatlah skala prioritas. Kalau bingung, teman-teman bisa memakai aturan sederhana: kalau bisa hidup tanpa itu selama seminggu, berarti bukan kebutuhan.
3. Buat Anggaran, Jalankan Dengan Disiplin
Ada banyak cara mengatur/budgeting anggaran keluarga yang disarankan para financial planner, tapi konsep 50-30-20 sepertinya cukup realistis. Dari semua pemasukan yang ada, pilah minimal
50% untuk kebutuhan rumah tangga, dana pendidikan, transport, makan, dan hal-hal yang sifatnya primer.
30% untuk keinginan. Tempatkan kebutuhan sekunder di sini. Misalnya untuk kebutuhan membeli tas, skincare, sepatu atau keinginan untuk sesekali makan di luar. Budgetkan pos dana liburan di sini juga.
20% untuk tabungan dan investasi. Tabungan di sini saya lebih sepakat untuk tabungan yang sifatnya jangka panjang, misalnya mempersiapkan dana pendidikan anak, dana darurat, dan juga investasi.
4. Buat Rekening Khusus untuk Liburan
Ini trik ampuh, syaratnya cuma satu, disiplin. Jangan tergoda untuk menggunakan dana dari rekening ini sebelum waktunya. Kenapa harus dipisah?
Karena kalau digabung, biasanya kepakai pelan-pelan, dan akhirnya ga jadi kekumpul dananya. Teman-teman bisa mulai dari setiap tanggal gajian. Sedikit-sedikit, kalau lama-lama, pasti jadi bukit juga.
5. Planning Jauh-Jauh Hari
Sama seperti kita nyiapin dana liburan untuk akhir 2026 di akhir tahun 2025. Ada waktu setahun, bisa kita gunakan untuk berburu informasi, war tiket promo, atau cari diskonan via online travel agent. Lebih seru lagi, kalau untuk misi ini kita melibatkan semua anggota keluarga. Misalkan saja, kompromi soal pembagian gaji dengan suami, atau ajak anak untuk rela potong uang jajan demi liburan.
So, mulai sekarang atur keuangan dengan tujuan. Biar setiap tahun ada momen liburan yang ditunggu, tentunya, tanpa bikin finansial berantakan.



Post a Comment
Post a Comment