Pagi-Pagi di Pantai Drini

by - Maret 14, 2019


Ah, judulnya...remeh banget! Ha..ha, tapi serius memang awalnya kangen saja pergi pagi trus pulang malam, ke pantai. Dan untuk Jogja sendiri, urusan pantai..paling recomended deretan pantai di Gunung Kidul; banyak pilihan, pasirnya putih, dan rata-rata pantai di Kabupaten Gunungkidul cantik. Nggak cuma tujuannya, bahkan perjalanan dari Jogja (kawasan bawah) ke kawasan pantainya sendiri, sebenarnya sudah menarik. Ketemu kabut,  menyusur kawasan pegunungan kapur, melewati hamparan hutan jati,buat saya itu terapi mata yang benar-benar menyegarkan. 


Dan kenapa pantai Drini menjadi pilihan, tentu ada alasannya.
“Nyoba main kano yuk” ajak pak suami
“dimana?”
“Drini saja..”
“ Ayuk!”

Bagi penyuka pantai Jogja dan sekitarnya, tentu nama Pantai Drini sudah tak asing lagi. Di kancah perpantai-an Gunungkidul, pantai Drini termasuk “pemain” lama, seumuran dengan Pantai Baron, Krakal, Kukup, maupun Sundak.  Menyesuaikan perkembangan dunia wisata yang terus dinamis, pantai ini juga nggak lupa untuk terus berbenah, berinovasi, dan mempercantik diri.

Yaa........kan biar nggak kalah sama kawasan wisata pantai-pantai baru yang muncul belakangan


“Pake payung nggak yah...?” tanya Raka  ke ayahnya begitu kami nyampai parkiran, dan disambut gerimis tipis. Oh, iya..jarak parkiran ke bibir pantai cukup dekat, jadi memudahkan pengunjung yang membawa anak-anak atau mengajak lansia. 

“Nggak usah. Kalau hujan ngeyup (baca: berteduh) saja...banyak tempat untuk berteduh kok”

Pantai Drini Termasuk Pantai Dengan Fasilitas Lengkap

Pantai Drini

Seandainya saja semua deretan pantai di Gunungkidul ini dibagi dalam dua tim makanbuburdiaduk vs makanbuburtidakdiaduk pantai alamiseadanya  Vs fasilitaslengkap, pantai Drini termasuk pantai dengan fasilititas yang memadai.  Di sepanjang bibir pantai banyak warung/restoran dengan berbagai olahan seafood atau menu lainnya, puluhan fasilitas MCK, termasuk deretan warung yang menjual oleh-oleh khas pantai.

Bahkan setelah sekianlama tidak dolan ke pantai ini, kini pantai Drini sudah semakin cantik dengan keberadaan beberapa spot foto, dan juga fasilitas penyewaan perahu  Kano.

“Main Kano, Mbak...tapi nanti kalau ombak sudah sedikit pasang” Tawaran itulah yang kemudian menjadi pembuka  obrolan saya dengan Mas Sulis (iya, namaya sama kayak saya. Jadi saya ingat, tanpa perlu nyatat) tentang fasilitas penyewaan perahu Kano di pantai ini. “Ini adopsi dari Pantai Pandawa, Bali mba. Jadi dulunya ada yang studi banding ke sana, trus kepikiran kenapa tidak dikembangkan di Pantai Drini. Disini kan meskipun pantainya banyak, tapi masing-masing punya ciri khas. Di sini masalahnya....cuma kondisi ketinggian airnya itu nggak stabil. Kalau pas surut begini, ya kebanyakan kano istirahat.. kecuali mau membawanya ke tengah sana, yang agak dalam”

Begitulah pemuda yang awalnya bekerja sebagai fotografer pantai, lantas berubah profesi sebagai penyewa kano ini menjelaskan. Di pantai Drini sendiri, ada sekitar 150 kano yang disewakan, dengan tarif 50.000, tanpa batasan waktu. Secapeknya ndayung...

Hari makin siang. Sesekali gerimis datang dan pergi. Dua bocil saya asyik bermain air pantai, mencari biota laut ditemani ayahnya. Rupanya hari ini Pantai Drini lebih bersahabat dengan anak-anak, daripada pengunjung dewasa yang ingin berwisata kano. Dari pagi, air surut dan tak kunjung pasang, bahkan sampai siang menjelang. Dan saya lihat..hampir tidak ada perahu kano yang beroperasi hari ini.



Kondisi pantai yang surut menjadikan para perahu kano yang beberapa tahun terakhir menjadi daya tarik utama pantai Drini, istirahat 

Kesimpulannya? Nggak jadi nyoba naik perahu Kano. Air surut sampai siang. Trus kecewa gitu?? Enggak! Karena banyak hal menarik lainnya yang bisa dinikmati di Pantai Drini.
walaupun gagal berkano-ria, aktivitas mencari biota laut seperti ini pasti digemari anak-anak

Drini Punya Pulau yang Cantik Untuk Dijelajahi

Karang dengan tanaman pandan itulah yang dinamakan Pulau Drini
Jalan setapak yang harus dilalui sebagian besar sudah berupa semen, tapi beberapa sudah rusak dan bercampur tanah

Banyak yang menyebut pantai ini sebagai pantai dengan dua wajah. Kenapa? Drini di sisi barat adalah kawasan para nelayan mencari tangkapan, dengan ombak yang  relatif besar. Sementara kawasan Drini di sisi timur, adalah kawasan bagi  wisatawan untuk njajan-njajan kulineran,  leyeh-leyeh di gasebo,  mainan air, dengan ombak yang relatif tenang. Disinilah area berkano-ria saat kondisi air memungkinkan.  Area ini lumayan aman untuk aktifitas bermain air laut, terutama  menyalurkan hobi anak-anak berburu biota laut.


Modal jaring kecil, betahlah anak-anak di sini

Main pasir juga bisa.............

Dua kondisi pantai yang berbeda tadi, tak bisa dilepaskan dari keberadaan sebuah pulau karang  yang dinamakan Pulau Drini. Pulau inilah yang secara otomatis menjadi pemecah ombak, hingga Pantai Drini memiliki dua wajah; satu berombak besar , sementara satu lainnya relatif tenang.


Inilah si Pantai dengan dua wajah
Pulau Drini bisa dijangkau dengan mudah , apalagi saat gelombang surut seperti  hari itu. Saya cukup berjalan kaki, membayar 2000 kepada penjaga, dan kemudian menaiki tangga. Sayang, gerimis membuat jalanan yang saya tapaki licin sekali. Sekedar saran, tak perlu membawa anak-anak ke area ini, apalagi di musim hujan karena medan yang terlalu tinggi dan juga faktor  tanah basah yang kurang bersahabat dengan kaki. Meski  begitu, saya akui  view pantai dari puncak pulau bagus banget.
Ada pantai Ngrumput yang terlihat dari kejauhan

Dari Pulau Drini saya bisa melihat beberapa tenda yang tengah bercamping di pantai sebelah, yakni pantai Ngrumput. Dari pantai ini pula, saya bisa menyaksikan luasnya hamparan pasir pantai, sekaligus birunya air laut.  Cakepp! Rugi rasanya kalau dalam satu hari, saya hanya berhenti pada satu pantai. Ada lagi satu pantai baru yang kami sambangi kemudian. Ceritanya? Sabar..postingan berikutnya saja yaa...





You May Also Like

8 komentar

  1. Saya belum semua disambangi pantai2 di gunung kidul mbak, hanya beberapa tapi asli keren yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku suka karen airnya jernih...pasirnya juga pasir putih kan, jadi berasa lebih bersih..

      Hapus
  2. Wah, kalau enggak ada kano yang beroperasi, berati hari itu si pemilik enggak dapet income? *bener-bener tantangan dalam berbisnis.

    Kayak e dulu juga ada postingan jembatan di pulau deket pantai di blog e Mbak Sulis itu, Pantai Drini ini bukan ya? Apa beda pantai lagi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda pantai itu mas. Itu pas ke nglamboran (yang terkenal dengan snorklingnya)..trus jembatan e di pantai dekatnya (garden beach)... Ha ..ha, gunungkidul pantainya banyak... :-D

      Hapus
  3. Keren mba pantainya kemarin pas liburan pernah ke pantai indrayanti gunungkidul pemandangannya mantap ombaknya juga

    BalasHapus
  4. Aku juga pernah ke pantai Drini, kak ... memang keren ya deretan pantai di GunKid.

    Aku agak gagal fokus lihat penampakan air laut di foto terbawah, itu air lautnya kok kelihatan cokelat ya ?.
    Apa pengaruh musim hujankah ?.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak, itu airnya bening....faktor cahaya, backlight..��

      Hapus
  5. Oh, karena pengaruh faktor cahaya kamera.
    Kirain lagi butek akibat derasnya musim penghujan.

    Baru saja kemarin aku baca kabar tentang pantai Baron meluap, kak.

    BalasHapus