Yuk, Intip 5 Kebiasaan Masyarakat Jepang dalam Memilih Menu Sarapan

Post a Comment
S

udah sarapan? Apa menu sarapanmu hari ini? Semangkok soto dilengkapi tempe goreng kah? Menu yang sangat "Indonesia" ya! 😊 Eits...tapi kita nggak akan ngomongin menu sarapan  Indonesia, tapiii  kita ke negeri Sakura dulu, alias Jepang. 

Menu sarapan masyarakat jepang

Dalam hal menyiapkan/memilih menu sarapan, ternyata masyarakat Jepang memiliki prinsip yang unik. 

Menerapkan prinsip Ichiju-sansai 

Secara harfiah Ichiju-sansai berarti “satu sup, tiga lauk.” 

Konsep ini menggambarkan struktur hidangan seimbang yang sudah dipakai sejak era Jepang kuno dan masih umum sampai sekarang, terutama di masakan rumahan.

Komposisi menu Ichiju-sansai biasanya terdiri dari nasi, Sup (bisa berupa Miso Soup, sup dashi), lauk utama (bisa berupa ikan panggang yang kaya protein hewani, atau tahu dengan protein nabati nya), lauk pendamping (sayuran yang dioleh dengan ditumis ataupun direbus), dan juga acar. 

Selain menghadirkan keragaman rasa, tekstur, maupun warna, prinsip Ichiju-sansai juga bertujuan menjaga keseimbangan nutrisi yang diperlukan tubuh. Wah...oke banget yaa!

Dari segi rasa, didominasi gurih/umami 

Pemilihan terhadap cita rasa gurih dalam menu sarapan ini bisa jadi dipengaruhi oleh latar belakang sejarah. 

Di Jepang, dulunya gula dikenal sebagai komoditas yang sangat mahal dan hanya dipakai untuk acara khusus dan hanya di masyarakat kelas atas. Inilah yang kemudian membentuk pola kebiasaan sarapan dalam masyarakat. Selain itu rasa gurih juga cenderung lebih mudah didapatkan secara alami dari bahan yang diolah.

Sarapan untuk kesehatan

Di mata masyarakat Jepang, sarapan adalah makanan utama untuk memulai aktivitas. Karena itu, pilihan menu haruslah sumber makanan yang mampu memberi energi stabil, mendorong konsentrasi, dan tidak menyebabkan ngantuk. Makanan gurih (terutama berbasis protein dan karbohidrat) lebih cocok untuk itu, dibanding makanan manis yang meningkatkan gula darah secara cepat lalu menurun, 

Meminimalisir memasak dengan minyak, menu yang dipilih untuk sarapan di Jepang cenderung rendah lemak, kaya akan mineral dari sayuran laut, dan mengandung asam lemak omega-3 dari ikan, yang dianggap penting untuk memulai hari yang produktif dan sehat. 

Setiap daerah, punya menu sarapan khas

Ke khas an menu sarapan pada masing-masing daerah rupanya dipengaruhi oleh bahan dan tradisi lokal. Seperti misalnya, sarapan dengan menu lauk berupa telur salmon ikura atau kepiting di Hokkaido; daerah dengan hasil laut yang melimpah. Atau sarapan pagi di Okinawa sering kali menyajikan goya champuru , hidangan tumis yang dibuat dengan pare, tahu, dan telur, yang menonjolkan gaya kuliner khas pulau tersebut. 

Sarapan, lebih dari sekedar makan 

Di Jepang, banyak keluarga memaknai waktu sarapan lebih dari sekadar makan. Meskipun konsekuensinya adalah bangun lebih pagi, tapi saat sarapan dinilai sebagai moment yang paling tepat untuk menjalin ikatan keluarga, menikmati kebersamaan, dan moment mengumpulkan energi positif untuk melewati hari.

Related Posts

Post a Comment