Lakukan 5 tips ini, dan Bebaskan Perjalanan dari Mabuk Kendaraan.

  • Desember 26, 2017
  • By Tri Sulistiyowati
  • 2 Comments



Hai sobat DolaNjajan..
Bagi banyak orang, perjalanan wisata itu menyenangkan. Tapi, bagi beberapa orang mungkin saja fase perjalanan dari tempat asal ke tempat tujuan adalah sesuatu yang menyiksa. Apalagi kalau jalur yang ditempuh adalah jalur darat, dengan medan yang berkelok.

"Malas, bikin mabuk kendaraan..." bisa jadi akan  seperti itu. 

Mabuk kendaraan adalah gejala tubuh yang dialami saat melakukan perjalanan, bisa karena perjalanan darat/laut/udara, dengan gejala pusing, lemas, muncul keringat dingin, muka pucat, perut mual, dan kemudian muntah. Dan itu jamak terjadi.

Pernah punya pengalaman tentang mabuk kendaraan? Kalau saya sendiri belum pernah. Tapi, sulung saya (sekarang 11 tahun), tadinya adalah anak yang sering sekali mengalami mabuk kendaraan saat kami ajak bepergian.

Dulu, mengajaknya pergi di siang hari yang panas, seringkali justru membuat kami was-was. Biasanya tiba-tiba ia akan muntah. Menghidupkan AC kendaraan, ternyata juga nggak menyelesaikan masalah, tetep saja ia muntah.

Syukurlah, sekarang gejala mabuk kendaraannya sudah jauh berkurang. Faktor usia mungkin, karena ia sudah tambah besar. Tapi sebenarnya juga bukan tanpa usaha juga. Beberapa tips yang kami lakukan adalah:

1. Menambah "jam terbang" perjalanan.
Awalnya saya nggak yakin ini akan berpengaruh. Tapi ternyata, semakin sering sulung saya melakukan perjalanan, semakin tubuhnya terbiasa dengan goncangan di jalan, frekuensi mabuk kendaraan sangat jauh berkurang.

2. Jangan pernah tinggalkan sarapan
Sepertinya sepele, tapi melakukan perjalanan dalam kondisi perut kosong itu terlalu beresiko untuk kesehatan. Isi perut, namun jangan sampai berlebihan. Hindari juga menu makanan yang memicu rasa mual.

3. Konsumsi makanan atau obat anti mabuk.
Kalau saya lebih menyarankan, konsumsi obat anti mabuk jika hanya posisi terpaksa saja. Rata-rata obat anti mabuk menyebabkan rasa kantuk. Sayang kan, kalau sepanjang perjalanan hanya diisi dengan acara tidur? Beberapa makanan dipercaya mampu menangkal datangnya mabuk kendaraan, seperti misalnya ubi mentah dan permen jahe.

4. Pilih tempat duduk yang tepat
Bagi yang memiliki riwayat mabuk kendaraan, tempat yang paling aman adalah di depan, karena jok depan lebih minim goncangan. Selain itu, di bagian depan biasanya pandangan akan lebih fokus ke depan.

5. Fungsikan Jendela sebagai sumber ventilas utama.
Saat melintas di daerah yang minim polusi, nggak perlu segan untuk mematikan AC kendaraan, untuk kemudian membuka jendel mobil lebar-lebar. Ini akan menjadikan sirkulasi udara semakin baik, dan tentu saja ini bisa mengurangi gejala mabuk kendaraan.

You Might Also Like

2 komentar

  1. dulu saya suka mabuk perjalanan, namun karena jam terbang naik bis-nya meningkat lama -lama penyakit mabuk perjalanan ini jadi sembuh sendiri. Mungkin doa si Abang sopirnya... kali. :)

    Kalau coba minum obat anti mabuk yang ada malahan saya sambil ngantuk, sambil mabuk. Ngk enak tenan Mbak... !!

    BalasHapus
  2. Saya mantan pemabuk. eh bukan mabuk minuman ya, tapi mabuk kendaraan. Sampai sekarang juga kalau malamnya kurang istirahat dan paginya melakukan perjalanan, besar kemungkinan akan mabuk. Tipsnya, biasanya AC dimatikan dan jendela dibuka, jadi kena angin semilir bisa meminimalkan potensi mabuk.

    BalasHapus