5 Alasan Ini menjadikan Pantai Cahaya Layak dijadikan Destinasi Wisata Keluarga.

  • Januari 07, 2018
  • By Tri Sulistiyowati
  • 7 Comments



Pantai Cahaya, Jawa Tengah


Melakukan perjalanan wisata keluarga yang melibatkan anak kecil atau orang tua, itu artinya yang lebih tua atau lebih muda mesti realitis dan juga perlu kompromistis. Itu kalo saya.

Seperti misalnya saat saya ngajak anak-anak dolan, maka syarat yang harus terpenuhi ya paling tidak medan ga terlalu sulit untuk dijangkau, lokasi parkir sebisa mungkin dengan tempat tujuan, syukur-syukur ada playground, dan lain sebagainya. Soalnya klo nggak gitu, bisa jadi anak malah rewel trus ngajak pulang. Pokoknya sebisa mungkin ada sesuatu yang mbikin anak betah. Kecuali pengen kasus kayak di Tebing Breksi berulang, dimana baru sebentar datang eh anak minta pulang gara-gara nggak ada ayunan.

Nah, diatara beberapa tempat yang pernah kami jadikan lokasi dolan, salah satunya Pantai Cahaya.  Mungkin ada yang pernah dengar atau malah udah duluan maen ke sana.


Di kawasan Jawa Tengah, khususnya Semarang, Kendal dan sekitarnya, Pantai Cahaya atau yang lebih dikenal dengan sebutan The Sea Pantai Cahaya ini termasuk wisata yang cukup populer. Setiap hari libur, bisa dipastikan tempat wisata ini akan rame pengunjung. 

Kalau hanya mengandalkan potensi pantainya saja, saya yakin Pantai Cahaya yang  terletak di Desa Rowo Sari, Sendang Sikucing, Weleri, Kendal Jawa Tengah nggak akan seramai seperti sekarang. Semuanya tak lepas dari campur tangan PT Wersut Seguni Indonesia, dalam mengelola kawasan tepi pantai ini menjadi kawasan wisata yang menarik.

Menurut saya, setidaknya ada 5 alasan yang menjadikan Pantai Cahaya Recomended untuk dikunjungi, terutama untuk keluarga dengan anak kecil, kayak saya:

1. Ada Water King, yang pasti disukai anak-anak.

Water King, Pantai Cahaya
Wahana bermain airnya anak-anak


Kayaknya nggak ada anak-anak yang menolak saat disodori dua kolam renang besar, dengan  fasilitas perlengkapan permainan air yang lebih dari cukup. Water King yang memiliki 2 kolam renang anak, dengan kedalaman yang sesuai dengan tubuh anak akan membuat anak-anak jatuh hati.





Untuk yang renangnya sudah level expert, bisa juga menjajal kemampuan di kolam tanding Air Terjun Niagara. Nggak cuma untuk olahraga, air terjun buatan yang melengkapi area kolam renang ini bisa digunakan pengunjung untuk merasakan sensasi pijat.

Dua fasilitas lagi yang bisa dinikmati pengunjung di wahana Water King adalah Kolam Apung ; Kolam dengan kadar garam tinggi sehingga bisa membuat apa yang di dalamnya tidak tenggelam/terapung, dan juga sebuah balkon untuk menyaksikan sunset.

Kolam Apung, Weleri
Tata tertib di kolam apung, Agak ribet sih. Pas saya ke sana, sepi


View dari balkon sunset. Masih siang. Matahari masih di atas kepala




2. Atraksi Lumba-lumba, yang pasti setiap anak suka melihatnya.

Atraksi Lumba-lumba
2 lumba-lumba, Brahma dan Kumbara tengah beraksi menghibur pengunjung

Terlepas dari pro dan kontra tentang boleh atau tidaknya sebuah pementasan lumba-lumba, dalam kasus itu, mungkin yang perlu dibuat kompak regulasinya. Kalau boleh ya boleh..kalau nggak ya nggak. 

Tapi bagi anak-anak, melihat ikan dengan ukuran besar, dan mau melakukan apapun yang diminta pelatihnya itu adalah sesuatu yang menarik. 

Sebagai pengunjung dewasa, aslinya pun saya sempat mikir...itu ikan disuruh ngapain aja manut, karena memang suka apa terpaksa. Tapi menurut pengelola, di tempat ini lumba-lumba juga diperhatikan benar perawatan, asupan makan dan nutrisinya.  Jadi..ya sudah lah, berpikiran positif aja ke pengelolanya, daripada saya malah pusing mikirin nasib lumba-lumba๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š





3. Mau Kebun Binatang Mini? Ada Juga Kok!

Di samping penangkaran lumba-lumba, pengelola Pantai Cahaya juga memiliki berbagai macam binatang dari berbagai spesies, yang kemudian disatukan dalam sebuah Mini Zoo.

Koleksinya memang tidak selengkap kelas kebun binantang..apalagi kalo mbandinginnya dengan Gembira Loka Zoo Park nya Jogja. Jauh!! Tapi di sini, pengunjung juga melihat secara dekat beberapa jenis unggas dan jenis-jenis binatang yang habitat aslinya di hutan, semacam landak, musang, kasuari, cenderawasih, dll.

Kalau dari perspektif animal lover..mungkin menyaksikan hewan-hewan berada dalam kurungan itu adalah sesuatu yang tragis. Tapi kalau saya, yang penting hewannya dirawat dan dicukupi kebutuhannya, it's OK. Soalnya kalau untuk melihat binatang-binatang harus langsung ke sumber aslinya, nggak ngerti kapan anak-anak saya bisa lihat beruang atau burung merak secara langsung.


4. Tempatnya Teduh

Kawasan pantai yang nyaman, adalah pantai yang sekitarnya banyak tanaman. Sepakat?!
Menikmati Pantai Cahaya, paling enak dari jejeran kursi berpayung, atau dari saung-saung yang ada di tepian pantai, dan itu bisa ditemukan di Pantai Cahaya, Weleri.


5. Sarana Akomodasinya Komplit

Ke tempat dolan tapi mau nyari toilet aja susah. Kalau kayak gitu kan bikin males. Untungnya, di sini semuanya tersedia. Ada banyak toilet yang lumayan bersih, ada mushola kalau mau sholat, plus banyak warung-warung dan foodcourt yang menyediakan berbagai menu makan plus minum kalau lapar.

He..he, cuma pas njajan di sini kemaren sulung saya sempat ngomel-ngomel, pesennya spaghetti, pas datang ternyata tampilannya mirip mie goreng biasa. Entahlah, siapa yang salah, tapi akhirnya dimakan juga sama anaknya๐Ÿ˜€ 

Padahal pesennya spaghetti

ada kios untuk berburu souvenir. Sayang cuma satu, jadi ga banyak pilihan

Sekedar masukan juga untuk pengelola, mungkin karena pengen menciptakan suasana teduh, di kawasan mini zoo pengelola menanam banyak pohon. Efeknya, pengunjung jadi lebih nyaman karena ga panas, cuma sayangnya banyak daun kering yang berserakan. Poin nya, mungkin kru yang job nya nyapu-nyapu mesti lebih rajinan lagi.

Secara keseluruhan, kalau saya diminta menilai dalam posisi pengunjung, rate untuk Pantai Cahaya 7,5 dari skala 10. Setara lah dengan harga tiket masuk yang mesti dibayarkan,  30 ribu/orang dan sudah bisa puas-puasin main di water king, lumba-lumba, dan mini zoo. 

Itu tadi sedikit oleh-oleh dolan tempo hari. semoga bermanfaat and have a great week end!! 

Lokasi Pantai Cahaya



You Might Also Like

7 komentar

  1. hahahah....spagettinya rasa mie goreng yach Mbak, ?

    sepertinya sebuah tempat yang patut dikunjungi yach Mbak.

    Apalagi ada lumba2nya, saya blm pernah liat lumba2 asli, selama ini cuma liat di internet doang, heheh.

    BalasHapus
  2. Kirain ganti domain mbak, ternyata blog baru.
    SELAMAT *salim dulu....* Hehehe

    Pernah berkunjung ke beberapa pantai di daerah Pantura, yang bikin saya agak miris itu warna airnya. Butek :(
    Yatapi, itu baru di daerah Semarang sama Rembang, ding. Nggak tau kalau daerah lain. Apa banget itu, spageti Jawa itu mbak? Cuma mie kuning dimasak macam bakmi Jawa doang, bukan spageti :D

    BalasHapus
  3. Belum pernah ke situ Mbak, kayaknya bisa di save kapan hari moga2 bisa mampir. Btw kalo pas liburan pastinya rame ya. Yang lumba2 itu krucils pasti suka deh. Makasih infonya ya, salam kenal mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mb..kita udah kenal kok๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€ kan sering mampir ke coretanbunda.my.id...

      Yang nulis sama๐Ÿ˜๐Ÿ˜

      Hapus
  4. wah, ini lengkap banget, mba! bisa dari pagi sampai sore di pantai cahaya apalagi sama anak-anak (tinggal org dewasa yg klenger hehe)

    BalasHapus
  5. Keren banget ada lumba-lumbanya wow amazing nih kakak

    BalasHapus
  6. Anak-anak memang paling suka mainan di air ya mbak, apalagi ada atraksi lumba-lumba, pasti makin betah tuh anak-anak :)

    Iya saya paling mati gaya kalau pergi kesuatu tempat mau ke toilet susah, mau sholat bingung, terus cemberut deh hehe..

    BalasHapus